Ilustrasi(Antara)
Pertanyaan mengenai apakah 1 Suro sama dengan 1 Muharram sering muncul setiap kali pergantian tahun baru tiba. Secara kalender, keduanya memang jatuh pada hari nan sama, namun keduanya mempunyai latar belakang sejarah, identitas budaya, dan langkah seremoni nan berbeda.
Secara teknis, 1 Suro adalah hari pertama dalam almanak Jawa, sedangkan 1 Muharram adalah hari pertama dalam almanak Hijriah (Islam). Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai keterkaitan keduanya.
Sejarah Penggabungan Kalender oleh Sultan Agung
Persamaan waktu antara 1 Suro dan 1 Muharram bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kebijakan strategis Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam, pada tahun 1633 Masehi (1555 Saka).
Pada masa itu, masyarakat Jawa menggunakan almanak Saka nan berbasis mentari (solar), sementara umat Islam menggunakan almanak Hijriah nan berbasis bulan (lunar). Untuk menyatukan rakyatnya dan memperkuat syiar Islam di tanah Jawa, Sultan Agung menciptakan Kalender Jawa.
Sultan Agung mengubah sistem penanggalan Saka nan berbasis mentari menjadi berbasis bulan (lunar), mengikuti sistem Hijriah. Keputusan ini membikin awal tahun Jawa (1 Suro) selalu jatuh berbarengan dengan awal tahun Islam (1 Muharram).
Perbedaan Esensi: 1 Suro vs 1 Muharram
Meskipun jatuh pada tanggal nan sama, terdapat perbedaan mendasar dalam langkah memandang kedua momen ini:
| Identitas | Tahun Baru Hijriah. | Tahun Baru Jawa. |
| Makna Utama | Mengenang peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. | Momen introspeksi diri (nglaras rasa) dan penyucian diri. |
| Tradisi Umum | Doa awal dan akhir tahun, pengajian, dan santunan anak yatim. | Kirab pusaka, Tapa Bisu, kungkum (berendam), dan ziarah. |
Mengapa Namanya Menjadi "Suro"?
Kata "Suro" sebenarnya berasal dari kata bahasa Arab, Asyura, nan merujuk pada tanggal 10 Muharram. Dalam tradisi Islam, hari Asyura adalah hari nan sangat mulia dengan beragam peristiwa sejarah nabi-nabi di dalamnya.
Masyarakat Jawa kemudian menyerap istilah tersebut untuk menamai keseluruhan bulan pertama dalam almanak Jawa. Oleh lantaran itu, bulan Muharram dalam lidah masyarakat Jawa lebih dikenal dengan julukan bulan Suro.
Kesimpulan
Jadi, apakah 1 Suro sama dengan 1 Muharram? Jawabannya adalah ya secara waktu penanggalan, namun berbeda secara konteks budaya. 1 Suro adalah corak akulturasi budaya antara nilai-nilai lokal Jawa dengan aliran Islam nan digagas oleh Sultan Agung untuk menciptakan harmoni di tengah masyarakat.
FAQ Singkat:
- Apakah 1 Suro selalu sama dengan 1 Muharram? Ya, lantaran almanak Jawa menggunakan sistem lunar nan sama dengan almanak Hijriah.
- Kapan 1 Suro 2026? Berdasarkan kalender, 1 Suro 2026 jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
- Bolehkah merayakan keduanya? Bagi masyarakat Jawa Muslim, seremoni ini seringkali dilakukan beriringan sebagai corak syukur dan pelestarian tradisi.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·