Jakarta -
Kemarau dan El Nino merupakan dua perihal nan berbeda. Meskipun El Nino sering dikaitkan dengan musim kemarau, keduanya mempunyai karakter masing-masing.
Bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tandus adalah musim nan pasti datang setiap tahun, sedangkan El Nino adalah variabilitas suasana antar tahunan nan dapat datang dan membikin tandus menjadi lebih kering. Berikut rincian perbedaan tandus dan El Nino.
- Kemarau:
- Variabilitas suasana normal nan berkarakter musiman
- Terjadi setiap tahun
- Akibat angin monsun Australia membawa massa udara kering
- El Nino:
- Anomali alias penyimpangan iklim
- Terjadi periodik antara 3-7 tahun sekali
- Akibat suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian timur dan tengah meningkat
Dampak Kemarau Lebih Kering
Masyarakat kudu waspada dengan hal-hal berikut jika terjadi tandus nan lebih kering.
- Sumber air bersih berkurang
- Polusi udara meningkat
- Risiko kebakaran rimba dan lahan meningkat
- Produksi pembangkit listrik tenaga air menurun
- Risiko kandas panen akibat kekeringan
Selain itu, tandus nan lebih kering juga dapat memberikan kesempatan seperti:
- Produksi garam kualitas tinggi meningkat
- Kualitas komoditas hortikultura lebih baik
- Pengerjaan proyek prasarana tidak terganggu cuaca
- Produksi listrik tenaga surya meningkat
Tips Persiapan Hadapi Kemarau dan El Nino
Berikut hal-hal nan bisa dilakukan sebagai persiapan menghadapi tandus dan El Nino.
- Gunakan air secara irit dan bijak
- Tidak melakukan pembakaran sembarangan
- Pilih komoditas tanaman nan tahan kering dan usia tanam lebih pendek
- Mulai tampung air hujan dari sekarang
- Jaga kesehatan, cukupi kebutuhan air minum dan pakai masker
Hal-hal nan Perlu Diketahui Soal Kemarau 2026
- La Niña lemah nan berjalan sejak Oktober 2025 telah berhujung pada Februari 2026.
- Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim tandus pada periode April (114 ZOM; 16,3%), Mei (184 ZOM; 26,3%), dan Juni 2026 (163 ZOM; 23,3%) diawali dari wilayah Nusa Tenggara kemudian secara berjenjang ke wilayah Indonesia lainnya.
- Awal musim tandus di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih awal alias maju (325 ZOM; 46,5%) dan sama dengan normalnya (173 ZOM; 23,7%).
- Akumulasi curah hujan pada periode musim tandus di sebagian besar Indonesia (451 ZOM; 64,5%) diprediksi pada kategori bawah normal alias lebih kering dari biasanya.
- Sebagian besar wilayah Indonesia (429 ZOM; 61,4%) diprediksi mengalami puncak tandus pada bulan Agustus 2026.
- Puncak musim tandus di Indonesia sebagian besar diprediksi terjadi lebih awal alias maju (410 ZOM; 58,7%) dan sama dengan normalnya (142 ZOM; 20,3%).
- Sebagian besar wilayah Indonesia (400 ZOM; 57,2%) diprediksi mengalami musim tandus nan lebih panjang dari normalnya.
(kny/imk)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·