Ilustrasi(Antara)
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 300.2/2486/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Upaya Mitigasi Menghadapi Musim Kemarau Tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons sigap atas hasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) nan memprediksi ancaman kekeringan meteorologis di wilayah tersebut.
Agung Setyawan menjelaskan bahwa SE nan ditandatangani pada 13 Juli 2026 tersebut bermaksud mengantisipasi akibat luas kemarau, mulai dari keterbatasan air bersih, gangguan sektor pertanian dan perikanan, hingga akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Selain itu, kewaspadaan ditingkatkan terhadap potensi pohon tumbang akibat angin kencang nan menyertai musim tandus tahun ini.
"Seluruh komponen masyarakat dan jejeran aparatur pemerintah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," tegas Agung dalam keterangannya, Selasa (28/7).
Dalam surat info tersebut, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo merumuskan 10 langkah antisipasi strategis, di antaranya:
- Gerakan irit air dan manajemen persediaan air.
- Perlindungan sumber air dan efisiensi irigasi.
- Penerapan pola tanam adaptif bagi petani.
- Pencegahan kebakaran serta antisipasi gangguan pernapasan akibat debu.
- Pendataan wilayah terdampak dan pemangkasan pohon berisiko.
- Pelaporan sigap kejadian darurat.
Kondisi ini diperkuat oleh info Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) per 20 Juli 2026. Hasil monitoring menunjukkan wilayah DIY sedang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori menengah hingga ancaman kekeringan ekstrem. Pada Dasarian II Juli 2026, sebagian besar wilayah DIY tercatat tidak mengalami hujan selama 11 hingga lebih dari 60 hari berturut-turut.
BMKG mencatat curah hujan di seluruh DIY berada pada kategori rendah (0–10 mm/dasarian) dengan sifat hujan di bawah normal. Tren ini diprediksi bakal terus memperkuat hingga pertengahan Agustus 2026. Baik pada Dasarian III Juli maupun Dasarian I dan II Agustus, curah hujan diperkirakan tetap minim di kisaran 0–10 mm/dasarian.
Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya pengelola sumber daya air dan pelaku sektor pertanian, untuk segera melakukan langkah penghematan air bersih guna meminimalisir akibat kekeringan nan lebih parah dalam beberapa pekan ke depan. (AT/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·