Angka 7 di Balik Maling Motor di Jaksel yang Tewas Diamuk Massa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Aksi pencurian motor di area Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menyimpan cerita 'unik'. Pelaku tersebut diketahui melakukan aksinya sebanyak tiga kali, di tanggal nan mengandung nomor '7'.

Dirangkum detikcom, Rabu (22/4/2026), tindakan tersebut dilakukan pelaku sebanyak tiga kali. Terakhir kali, pelaku mengincar motor penduduk pada Jumat, 17 April 2026 awal hari.

Warga nan sudah menandai si pelaku lewat rekaman CCTV merasa geram saat menemukannya hendak melakukan tindakan serupa. Hingga akhirnya dia tertangkap dan berhujung tewas diamuk massa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dua Kali Warga Kehilangan Motor

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama AKP Ivo Amelia mengatakan pihak kepolisian mendapati korban sudah babak belur usai ditangkap oleh warga. Warga merasa jengkel lantaran sudah dua kali terjadi pencurian motor selama dua bulan terakhir.

"Piket mendapat laporan dari penduduk adanya masyarakat tentang pelaku pencurian motor nan diamankan oleh masyarakat setempat. Terus masyarakat menganggap orang tersebut sudah melakukan pencurian motor dalam satu bulan itu dua kali gitu loh dugaan masyarakat," kata Ivo, Senin (20/4).

Berdasarkan hasil pengecekan CCTV, memang ditemukan ciri-ciri dan wajah pelaku nan sama di dua kejadian tersebut. Hal itu memicu kemarahan warga.

"Jadi mungkin masyarakat geram terus ya begitu ya lihat itu diamankan nan diramai-ramai. Pas kita datang, kepolisian datang ke setempat pelaku sudah babak belur, terus kita langsung bawa lantaran takutnya pelakunya sudah sekarat kan, kita langsung polisi langsung bawa ke (RS Polri) Kramat Jati," jelas dia.

Beraksi di Tanggal Spesial '7'

Ivo mengungkap pelaku sudah nan ketiga kalinya melancarkan aksinya. Dari jejak CCTV, si pelaku ini selalu melakukan pencurian di tanggal nan berakhiran nomor '7'.

"Tanggal 7 April sama tanggal 17 Maret apa 7 April jika nggak salah ya, tetap kita penyelidikan ini soalnya," imbuhnya.

Pelaku juga diduga pemain tunggal. Namun, polisi tetap melakukan investigasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

"Di CCTV itu sendirian, kita lihatnya satu orang ya. Kalau komplotannya kita kan tetap penyelidikan ya, lantaran pelakunya meninggal," ucapnya.


Rangkaian Kejadian di Tanggal Serba '7'

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko mengatakan pelaku sudah dua kali melakukan tindakan pencurian. nan ketiga kalinya, pelaku tertangkap penduduk dan berhujung dikeroyok massa.

"Iya, berfaedah ada tiga kejadian. nan dua kali sebelumnya tanggal 17 Maret dan 7 April itu ada terekam CCTV dan tampilannya diduga sama," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko saat dihubungi wartawan, Selasa (21/4).

Terakhir, pelaku melakukan aksinya tersebut pada Jumat (17/4) awal hari. Pelaku sebelumnya ditandai setelah penduduk kehilangan motor pada 7 April.

Berdasarkan hasil rekaman CCTV di lingkungan, kamera menangkap ciri-ciri pelaku sama persis dengan pada saat kejadian pada 17 Maret dan 7 April.

"Semua di atas jam 00.00 WIB, kejadian riil nan tanggal 17 Maret. Tanggal 17 Maret itu terekam CCTV semua di atas jam 00.00 WIB gitu. Kemudian dengan jaket nan sama kan gitu. Tanggal 7 April itu memakai sweater hitam," jelasnya.

Wajah Pelaku Dipajang di Gang

Karena kejadian berulang ini, penduduk kemudian menempelkan foto pelaku dari hasil tangkapan CCTV di gang-gang. Saat kejadian terakhir pada 17 April itu, pelaku dikenali oleh warga.

"Nah, dari situ, kan dari CCTV, ditempel-lah di gang-gang oleh warga. Makanya dikenali sama penduduk si pelaku itu," ujarnya.

"Diamankan lantaran CCTV sebelumnya ditempel di gang-gang, kemudian penduduk itu mengenali wajah tersebut gitu loh," sambungnya.

Pelaku Tewas Dikeroyok Massa

AKP Ivo mengatakan pelaku sempat dibawa ke rumah sakit usai dikeroyok massa. Namun si pelaku meninggal bumi di rumah sakit.

"Pelakunya sudah meninggal di Rumah Sakit Kramat Jati, pas kita di situ pas kita bawa ke RS Kramat Jati pas sudah sampai sudah diberi tahu personil kita dapat info jika pelakunya meninggal gitu," jelas Ivo.

Sementara itu, polisi mengamankan peralatan bukti nan ditemukan dari letak kejadian maupun dari si pelaku. Di antaranya kunci letter T nan biasa digunakan untuk membobol motor.

"Memang si pelaku ditemukan setelah kita geledah ditemukan beberapa peralatan bukti seperti, apa, kunci T, terus ada kunci-kunci motor, nan kunci-kunci motor beberapa kunci motor gitu," pungkasnya.

(mea/mea)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News