Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Parlemen independen Australia, Helen Haines, sekarang terbaring kritis di rumah sakit setelah ditabrak secara sadis oleh sebuah mobil di luar instansi pemilihannya. Perdana Menteri Anthony Albanese meyakini kejadian mengerikan tersebut sebagai sebuah tindakan nan disengaja.
Mengutip BBC, Selasa (20/10/2026), kejadian nahas nan sekarang melibatkan tim kepolisian antiterorisme dalam proses penyelidikannya itu terjadi di Wangaratta, timur laut Melbourne, pada Senin sore waktu setempat.
Haines ditabrak oleh sebuah mobil Toyota Landcruiser berwarna putih tepat di depan kantornya di Jalan Murphy, kota berpenduduk sekitar 30.000 jiwa, pada pukul 15.35 waktu setempat. Menteri Dalam Negeri Tony Burke membeberkan bahwa pengemudi diduga kuat memundurkan kendaraannya untuk menabrak korban kedua kalinya.
"Apa nan digambarkan saksi adalah pengemudi memutar kembali untuk masuk ke tempat parkir dan menabrak Helen ke sebuah kendaraan, lampau mundur dan melakukannya untuk kedua kalinya," papar Burke.
Seorang tukang cukur setempat, Ricky Jefferies, mengaku mendengar keributan besar dan langsung berlari ke arah mobil. Ia sukses merebut pisau dari tangan pengemudi berbareng penduduk sekitar nan langsung turun tangan untuk menghentikan tersangka.
Akibat kejadian ini, Haines kudu diterbangkan ke rumah sakit di Melbourne untuk menjalani operasi darurat. Media lokal melaporkan bahwa politisi tersebut telah kehilangan salah satu kakinya, sementara tim mahir bedah tetap berjuang keras menyelamatkan kakinya nan lain.
Kepolisian Victoria langsung meringkus pengemudi mobil tersebut nan merupakan seorang laki-laki berumur 43 tahun dari kota terdekat, Tarrawingee. Laporan media lokal menyebut tersangka berjulukan Brendan Nugent, sosok nan dikenal kerap mengampanyekan rumor lingkungan dan vokal menentang pembalakan liar.
Ia ditahan oleh penduduk nan lewat di tempat kejadian sebelum diamankan oleh abdi negara beserta sebilah pisau sebagai peralatan bukti.
"Jelas ini adalah tindakan nan disengaja," tegas Albanese. "Ini bukan kecelakaan."
Hingga saat ini, polisi tetap mendalami motif serangan dan memastikan apakah pelaku dan korban saling mengenal.
Helen Haines adalah politisi independen berumur 65 tahun nan mewakili bagian Indi di Victoria tenggara. Tumbuh besar di peternakan sapi perah dengan empat kerabat laki-laki, dia menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai perawat dan bidan. Ia apalagi sempat menjadi kepala Rumah Sakit Keperawatan Chiltern Bush di usianya nan baru menginjak 26 tahun, sebelum meraih gelar master kesehatan masyarakat dan PhD dalam Ilmu Medis.
Politisi nan sekarang tinggal di peternakan sapi mini itu pertama kali terpilih menjadi personil Dewan Perwakilan Rakyat Australia pada 2019, dan sukses mempertahankan kursinya pada pemilu 2022 serta 2025.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·