
Ilustrasi.
PBB — Anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (18/2/2026) menyerukan agar kesepakatan gencatan senjata Gaza menjadi permanen dan mengecam upaya Israel memperluas kendali di Tepi Barat sebagai ancaman terhadap prospek solusi dua negara. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pertemuan pertama Dewan Perdamaian (BoP) Presiden Donald Trump untuk membahas masa depan wilayah Palestina.
Sesi tingkat tinggi PBB di New York awalnya dijadwalkan pada Kamis (19/2/2026), tetapi dimajukan setelah Trump mengumumkan pertemuan majelis pada hari nan sama. Hal ini menjadi tanda potensi tumpang tindih dan bentrok agenda antara badan PBB nan paling kuat dan inisiatif baru Trump, nan dikhawatirkan mencoba menyaingi Dewan Keamanan PBB.
Pakistan, satu-satunya negara dari 15 personil majelis nan juga menerima undangan untuk berasosiasi dengan Dewan Perdamaian, mengecam proyek pemukiman Tepi Barat Israel nan kontroversial selama pertemuan tersebut sebagai “batal demi hukum.” Islamabad menegaskan bahwa upaya itu merupakan “pelanggaran nyata terhadap norma internasional.”
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·