Anggaran Rp 4 T untuk Bangun Flyover di Perlintasan Kereta Diambil dari APBN

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers mengenai perjanjian perdagangan timbal kembali Indonesia-AS di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Pemerintah memastikan proyek pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api bakal dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepastian ini muncul setelah Presiden menyetujui usulan Pemerintah Kabupaten Bekasi menyusul kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sumber pendanaan proyek tersebut tetap merujuk pada APBN. “Kalau anggaran kan selalu sumbernya sama (APBN)” kata Airlangga kepada wartawan di kantornya, Selasa (27/4).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti buruknya pengelolaan perlintasan sebidang, termasuk di wilayah padat seperti Bekasi. Ia menyebut tetap banyak titik perlintasan nan belum dijaga secara memadai.

“Di Jawa ada 1.800 titik nan juga lintasan seperti ini, ini dari zaman, saya kira dari era Belanda ya sudah berapa puluh tahun. Sekarang ya sudahlah kita bakal selesaikan semua itu,” kata Prabowo.

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pemerintah menyiapkan dua skema penanganan, ialah pembangunan pos penjagaan serta pembangunan flyover untuk mengurangi akibat kecelakaan. Total kebutuhan anggaran untuk program ini ditaksir mencapai Rp 4 triliun.

“Kita perhitungkan sekitar nyaris Rp 4 triliun (untuk membangun flyover). Demi keselamatan dan demi lantaran kita sangat krusial kita sangat perlu kereta api kita bakal keluarkan itu sekarang saatnya sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan kita sekarang lakukan,” katanya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan