Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Komisi XI DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Dolfie Othniel Frederic Palit menyoroti realisasi anggaran pendidikan nan dinilai belum optimal.
Dolfie pun mempertanyakan realisasi anggaran (mandatory spending) pendidikan kepada Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto.
"Saya mau mempertanyakan realisasi anggaran pendidikan, ini datanya tidak pernah tercapai. Menurut saya ini PR nan kudu diselesaikan oleh Pak Darto (Dirjen Anggaran)," kata Dolfie dalam rapat dengar pendapat (RDP) berbareng enam Dirjen Kemenkeu, Senin (15/6/2026).
Dolfie melanjutkan, sejak 2021, realisasi anggaran pendidikan tidak pernah tercapai dari target. Pada 2021 misalnya, realisasi hanya mencapai Rp479,6 triliun alias hanya 87,2% dari sasaran nan ditetapkan sebesar Rp550,01 triliun.
Begitu juga di 2025 nan hanya tercapai Rp656,62 triliun alias 90,66% dari Rp724,26 triliun.
"Dari 2021 sampai 2025, berapa anggaran pendidikan nan tidak direalisasikan. Ini jika digunakan Pak, bisa berapa sekolah nan dibangun, berapa mahasiswa nan bisa mendapat beasiswa," lanjut Dolfie.
Hal ini, menurutnya, telah melanggar kewenangan konsistusional lantaran porsi anggaran pendidikan tidak pernah mencapai 20% dari APBN dan realisasinya pun tidak pernah mencapai 100% dari 2021 hingga 2025.
"Coba Bapak lihat, ini nan menyebabkan anggaran pendidikan tidak pernah tercapai 20%. Hak konstitusional rakyat dirampas, kemana sisa anggaran? Apa disembunyikan alias bagaimana, minta ini diperhatikan lagi Pak," tegasnya.
Dalam info paparan dari Dirjen Anggaran, mandatory spending bagian pendidikan sejak 2021 hingga 2025, tetap menyisakan cukup banyak anggaran nan tidak terealisasi.
Di 2022, tetap terdapat Rp70,41 triliun nan belum dibelanjakan. Sedangkan di 2022, angkanya mengalami kenaikan ialah mencapai Rp141,12 triliun nan belum dibelanjakan.
Di 2023, angkanya mencapai Rp110,86 triliun nan belum dibelanjakan. Sedangkan di 2024 mencapai Rp99,61 triliun dan di 2025, anggaran pendidikan nan belum dibelanjakan mencapai Rp67,64 triliun.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·