Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, pagu sugestif anggaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk tahun 2027 berpotensi lebih rendah dibandingkan anggaran tahun sebelumnya. Meski demikian, dia menegaskan pembahasan tetap berjalan sehingga nomor tersebut belum berkarakter final.
Hal itu disampaikan Budi Santoso, usai menghadiri rapat kerja (raker) berbareng Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Agenda pertemuan tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemendag untuk Tahun Anggaran 2027.
"Pembahasan anggaran pagu sugestif saja sih, tahun 2027. Jadi nggak ada masalah, sudah selesai dibahas. Karena memang prosesnya kan kudu dibahas di komisi VI (DPR RI), itu saja sih," kata Budi saat ditemui usai raker.
Kendati demikian, dia enggan membeberkan nomor pasti pagu sugestif nan diterima Kemendag. Budi hanya mengakui terdapat penurunan dibandingkan alokasi anggaran tahun 2026. Namun, dia menekankan proses pembahasan anggaran tetap bakal bersambung pada tahap berikutnya.
"Ya memang ada penurunan sedikit, tapi kan ini belum selesai. Jadi tetap ada pembahasan lagi, baru indikatif. Kita pada prinsipnya bakal terus mengoptimalkan ya program-program nan ada," ujarnya.
Sebagai informasi, pagu anggaran dasar Kemendag pada 2026 ditetapkan sebesar Rp1,4 triliun alias tepatnya Rp1.400.364.230.000. Besaran tersebut merupakan hasil penetapan berbareng Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.
Jika nantinya anggaran 2027 betul-betul lebih rendah dari tahun ini, maka tren penurunan anggaran Kemendag bakal bersambung untuk tahun kelima secara berturut-turut.
Sebelumnya, dalam rapat kerja berbareng Komisi VI DPR RI pada September 2025, Budi telah mengungkapkan alokasi anggaran Kemendag terus mengalami penyusutan sejak 2023 hingga 2026. Akumulasi pemangkasan anggaran selama periode tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.
"Secara total, andaikan dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2023, maka pagu anggaran Kementerian Perdagangan tahun 2026 menurun sebesar Rp871.877.293.000 (Rp871 miliar) alias 38,37%," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (4/9/2025) lalu.
Menurut Budi saat itu, tren penurunan anggaran terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan shopping operasional kementerian. Kondisi tersebut membikin ruang fiskal untuk shopping non-operasional, termasuk program-program nan mendukung pencapaian sasaran keahlian sektor perdagangan, semakin terbatas.
Meski menghadapi potensi pengurangan anggaran pada 2027, Kemendag memastikan tetap bakal mengoptimalkan program nan telah dirancang agar target-target perdagangan nasional tetap dapat dijalankan.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·