Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |17:23 WIB

Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo di Asia Pacific Marketing Forum (APMF) 2026 nan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). (Foto: Okezone.com/IMG)
BALI – Perubahan perilaku konsumen nan dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi, konten kreator, serta fragmentasi media digital membikin perhatian publik semakin susah dipertahankan. Kampanye nan sukses menarik perhatian hari ini dapat dengan sigap tergantikan oleh konten lain pada keesokan harinya.
Di tengah kondisi tersebut, perusahaan dituntut tidak hanya menciptakan kampanye nan viral, tetapi juga membangun intellectual property (IP) dan ekosistem konten nan bisa menciptakan hubungan jangka panjang dengan audiens.
Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah dalam Asia Pacific Marketing Forum (APMF) 2026 nan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, 5–7 Agustus 2026. Mengusung tema "Blueprint the Beyond", forum nan telah berjalan sejak 2005 ini mempertemukan para pemimpin industri dari sektor media, teknologi, brand, agensi, platform digital, hingga ekonomi imajinatif untuk membahas langkah membangun sistem kerjasama dan strategi pemasaran nan berkepanjangan di tengah perubahan lanskap industri.
Dalam forum tersebut, Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo membawakan sesi berjudul "Worth Searching For" nan menyoroti perubahan mendasar dalam langkah perusahaan membangun merek di era digital. Menurut Angela, keberhasilan sebuah brand tidak lagi ditentukan oleh seberapa luas pengedaran kontennya, melainkan oleh kemampuannya menciptakan cerita nan membikin audiens secara aktif mau mencari, mengikuti, dan kembali menikmati konten tersebut.
Angela mengawali paparannya dengan membagikan pengalaman transformasi RCTI. Ia mengungkapkan bahwa satu tahun lampau stasiun televisi tersebut menghadapi salah satu periode paling menantang dalam sejarahnya, apalagi sempat tidak berada di lima besar untuk segmen penonton tertentu.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·