Jakarta -
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan sedang menyiapkan persyaratan prasarana untuk menjadi tuan rumah PON 2032 berbareng dengan Lampung. Menurut Andra, bakal ada beberapa proyek pembangunan untuk menunjang event olahraga nasional tersebut.
Gubernur Andra Soni menerima kunjungan Tim Penyaringan Calon Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 dari KONI, Rabu (8/4/2026). Tim tersebut meninjau kesiapan Banten berbareng Lampung sebagai tuan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Andra Soni, kemauan Banten menjadi tuan rumah PON 2032 tidak hanya berorientasi pada arena olahraga semata, namun juga sebagai momentum percepatan pembangunan daerah.
"Kami berambisi dengan menjadi tuan rumah PON, pembangunan prasarana olahraga di Banten dapat dimaksimalkan dan memberikan akibat positif terhadap perekonomian masyarakat. Akan banyak pembangunan penunjang seperti sarana olahraga, prasarana jalan, dan lainnya," katanya.
Diketahui, Banten berbareng Lampung telah mendaftar sebagai calon tuan rumah PON 2032. Untuk itu, pihaknya siap bekerja-sama dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami siap berbareng KONI Banten dan seluruh stakeholder untuk berupaya maksimal agar Banten memenuhi persyaratan dan mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah PON 2032," katanya.
Pemprov Banten juga telah menyiapkan rencana pengembangan sport center nan mencakup beragam venue seperti lapangan tembak, hoki, akuatik, tenis, dan bela diri.
"Dengan sarana olahraga nan baik, pembinaan atlet bisa melangkah berkelanjutan. Banten mempunyai potensi besar lantaran berbatasan langsung dengan ibu kota dan banyak atlet berdomisili di Banten," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyaringan Calon Tuan Rumah PON XXIII 2032 Mayjen TNI (Purn.) Suwarno menyampaikan, pihaknya telah menerima sejumlah info awal mengenai kesiapan Banten dan Lampung, nan selanjutnya bakal diverifikasi melalui peninjauan lapangan.
"Kami sudah mendapatkan info mengenai venue, akomodasi, serta support sarana kesehatan. Selanjutnya kami bakal melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan tidak ada perubahan signifikan," ujarnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, hasil visitasi tersebut bakal menjadi bahan laporan dalam Rapat Kerja Nasional KONI Pusat pada akhir Mei mendatang sebagai dasar penentuan tuan rumah PON 2032.
(aik/azh)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·