
Ilustrasi velcro kid. (Foto: dok Magnific/jcomp)
JAKARTA - Pernah dengar istilah anak velcro? Sesuai namanya, ini adalah julukan untuk anak nan suka mengikuti alias nempel dengan orang tuanya, persis seperti perekat velcro. Mereka biasanya susah beranjak jauh-jauh dan selalu mengekor ke mana pun orang tuanya pergi, apalagi sampai ke bilik mandi.
Kenapa Anak Bisa Jadi Sangat Lengket dengan Orang Tua?
Dilansir dari Parents, punya anak velcro bukan berfaedah ada nan salah dengan pola asuhmu. Biasanya, ini hanya fase. Ada beberapa argumen kenapa anak jadi sangat lengket:
- Mencari Rasa Aman: Mereka mungkin sedang merasa resah alias tidak stabil, jadi mereka menjadikan Anda sebagai tempat berlindung.
- Fase Perkembangan: Ini adalah perihal nan sangat wajar, terutama saat balita sedang mengalami separation anxiety (kecemasan bakal perpisahan).
- Perubahan Situasi: Ada perubahan besar nan bikin mereka stres, seperti pindah rumah, masuk sekolah baru, tukar pengasuh, alias punya adik baru.
Tantangan Punya Anak Velcro
Meski kedengarannya menggemaskan, jika dibiarkan terus-menerus tanpa dilatih mandiri, ada beberapa akibat negatifnya:
- Kamu jadi tak punya waktu untuk diri sendiri (me time), nan ujung-ujungnya bisa bikin stres dan burnout.
- Kalau anak terlalu berjuntai pada orang tau untuk menyelesaikan setiap masalahnya, ke depannya mereka bisa jadi takut mengambil risiko, kurang berani mencoba perihal baru, dan tidak tahu langkah menghadapi tantangan.
Gimana Cara Menghadapinya?
Anak-anak perlu belajar bahwa mereka bakal tetap baik-baik saja meskipun sedang tidak berbareng orang tuanya. Kedekatan itu bagus, tapi kemandirian juga sangat krusial buat mereka. Coba terapkan tips ini:
- Latih perpisahan secara singkat. Bilang ke anak jika Anda mau ke ruangan sebelah alias ke toilet selama semenit, lampau kembali sesuai janjimu.
- Saat Anda kudu pergi, misalnya ke kantor, pamitlah baik-baik. Pergi diam-diam saat anak lengah justru bakal merusak kepercayaannya. Besoknya, mereka bakal makin nempel lantaran takut Anda tiba-tiba menghilang lagi.
- Berikan mereka waktu bermain sendiri di ruangannya selama beberapa menit. Awalnya mereka mungkin bakal menangis alias ngambek, tapi cobalah untuk konsisten dan perlahan tambah lama waktunya.
- Anak nan clingy alias suka nempel biasanya bakal jauh lebih tenang jika mereka tahu agenda hariannya. Rutinitas nan konsisten bikin mereka merasa jauh lebih aman.
Nah, Moms, menjadi tempat nan kondusif buat anak itu luar biasa, tapi pelan-pelan Anda juga perlu mendorong mereka agar lebih berani dan percaya diri untuk mandiri.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan buletin terbaru dan terpercaya seputar bumi perempuan. Dapatkan info terkini tentang style hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·