Kesehatan pencernaan anak tidak lepas dari asupan nutrisi nan tepat, salah satunya adalah prebiotik. Menurut Dokter Spesialis Anak - Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K), prebiotik mempunyai peran krusial dalam menjaga kegunaan usus, terutama pada anak nan mengalami konstipasi.
Prebiotik sendiri merupakan bagian dari serat pangan, namun tidak semua serat dapat disebut sebagai prebiotik. Zat ini tidak dapat dicerna oleh tubuh, tetapi justru memberikan faedah bagi kesehatan saluran cerna.
“Prebiotik itu adalah serat pangan nan tidak dapat dicerna. Tidak semua serat merupakan prebiotik, tapi prebiotik adalah serat pangan,” ujarnya dalam aktivitas obrolan media Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan AI Poop Tracker di Jakarta Pusat, Kamis (2/4).
Ia menambahkan, pada anak nan mengalami konstipasi, asupan serat termasuk prebiotik sangat dibutuhkan. Hal ini bukan hanya untuk membantu pergerakan usus, tetapi juga untuk mendukung kegunaan sel-sel di dalam usus besar.
“Selain stimulasi motorik ususnya, dia juga bakal memberikan daya bagi sel-sel usus besarnya, agar bisa bekerja lebih aktif. Itu alasannya,” sambungnya.
Perlu diketahui bahwa secara alami, prebiotik dapat ditemukan dalam beragam makanan sehari-hari seperti buah, sayur, dan jamur. Namun, tidak semua anak mendapatkan asupan tersebut dalam jumlah cukup. Oleh lantaran itu, prebiotik juga tersedia dalam corak olahan nan dirancang untuk memberikan faedah kesehatan nan optimal.
Beberapa jenis prebiotik nan dikenal antara lain fructose oligosaccharides (FOS), galacto-oligosaccharides (GOS), laktulosa, inulin, serta kombinasi FOS dan GOS dengan rasio tertentu seperti 1:9.
Meski tersedia dalam corak olahan, dia tetap mengingatkan pentingnya sumber alami dalam pola makan sehari-hari. Konsumsi rutin sayur, buah, dan bahan pangan alami lainnya menjadi langkah sederhana, namun efektif untuk menjaga kesehatan pencernaan, baik bagi anak maupun orang dewasa, Moms.
“Ini sumber-sumber alami prebiotik, minta diingat, minta dikonsumsi kelak setelah pulang juga oleh anak-anak kita dan kita sendiri. Jadi, sayur, jamur, dan buah,” tutup dr.Frieda.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·