Anak Ortu Difabel Dapat Pendidikan Gratis di Sekolah Rakyat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kuat, orang tua difabel nan anaknya dapat pendidikan cuma-cuma di Sekolah Rakyat. Foto: Dok. Istimewa

Senyum tersimpul di wajah Kuat, seorang difabel berumur 50 tahun asal Desa Pandeyan di Kabupaten Sukoharjo.

Kuat adalah seorang difabel lantaran separuh tubuhnya lumpuh akibat polio sejak berumur setahun. Sehari-hari, Kuat bekerja serabutan membantu saudaranya memotong-motong kain perca untuk baju.

Selama ini, Kuat bergulat dengan keterbatasan ekonomi. Ia adalah salah satu penerima support Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah.

Sebagai seorang ayah, Kuat kudu memastikan anaknya memperoleh pendidikan nan baik. Namun, sekarang Kuat tak perlu lagi cemas soal pendidikan anaknya.

Kuat, orang tua difabel nan anaknya dapat pendidikan cuma-cuma di Sekolah Rakyat. Foto: Dok. Istimewa

Anak pertamanya nan sekarang duduk di kelas 3 SD diterima di Sekolah Rakyat (SR) Dasar 2 Surakarta.

Di Sekolah Rakyat nan dibangun oleh pemerintah nan dipimpin Presiden Prabowo Subianto, anak-anak dari family miskin bisa mendapatkan pendidikan berbobot secara gratis.

"Saya senang. Anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat, saya merasa terbantu," ujar Kuat, dikutip pada Minggu (12/4).

Kuat menuturkan, anaknya memperoleh beragam akomodasi pendidikan secara cuma-cuma dari Sekolah Rakyat.

Mulai dari asrama, makan tiga kali sehari, makanan ringan dua kali sehari, seragam, hingga laptop untuk menunjang pembelajaran. "Sekolahnya gratis, dapat makanan, pakaian, segala macam kebutuhan gratis," ujarnya.

Kuat, orang tua difabel nan anaknya dapat pendidikan cuma-cuma di Sekolah Rakyat. Foto: Dok. Istimewa

Dengan beragam akomodasi nan baik, sang anak bisa konsentrasi belajar dan bermimpi lebih tinggi.

Kuat pun sangat berterima kasih dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo, nan menggagas sekolah cuma-cuma dengan kualitas prima unik untuk masyarakat miskin.

"Terima kasih Pak Prabowo, anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat agar pandai dan tercapai cita-citanya," ucapnya.

Pemerintah menghadirkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi memutus rantai kemiskinan. Melalui pendamping Program Keluarga Harapan di tiap kabupaten/kota, pemerintah menjangkau anak-anak dari family miskin untuk dididik di Sekolah Rakyat.

Per Maret 2026, sudah ada 166 Sekolah Rakyat nan menjangkau 14.972 siswa-siswi, didukung 2.304 pembimbing dan 4.760 tenaga kependidikan.

Langkah ini terus diperluas. Di tahun 2026, pemerintah membangun 104 Sekolah Rakyat nan menjangkau 15.000 siswa-siswi. Targetnya, 500 Sekolah Rakyat berdiri hingga 2029.

Pemerintah memastikan Sekolah Rakyat betul-betul menjadi ruang angan serta tempat masa depan nan lebih baik mulai dibangun.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan