Jakarta -
Erupsi Gunung Anak Krakatau nan sempat mengganggu aktivitas penerbangan dan sejumlah moda transportasi di sejumlah wilayah belum berakibat terhadap nilai bahan pokok.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso namalain Busan mengatakan kondisi ini terlihat dalam info Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), di mana nilai bahan pokok sejauh ini tetap relatif stabil.
"Sementara nggak ada masalah. Dari pantuan kami, termasuk dari SP2KP, dan kita juga komunikasi, tidak hanya memandang SP2KP, sementara tidak ada masalah," kata Busan saat ditemui di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, menurut Busan sebaran abu vulkanik juga belum memengaruhi rantai pasok dan pengedaran bahan pokok, termasuk di wilayah terdampak. Sehingga belum ada indikasi kenaikan harga.
"Kan kami bisa pantau juga dari SP2KP, lantaran SP2KP itu di semua kabupaten kota, nan terkena akibat pun juga sebenarnya distribusinya tetap masuk. Jadi selama ini jika kita lihat sebenarnya harganya stabil," ujarnya.
Terlepas dari imbas sebaran abu vulkanik, Busan menegaskan pemerintah bakal terus memperhatikan perkembangan nilai peralatan pokok secara nasional. Menurutnya pemerintah tidak hanya konsentrasi ketika nilai mengalami lonjakan, namun saat nilai jatuh terlalu rendah juga menjadi ancaman lantaran berpotensi menekan produsen.
Ia mencontohkan nilai telur ayam nan sempat turun hingga sekitar Rp 22.000 per kilogram padahal nilai acuannya berada di kisaran Rp 30.000 per kilogram, pemerintah terus melakukan intervensi agar nilai komoditas ini dapat kembali meningkat.
"Nah sekarang sudah mulai naik nilai rata-rata nasionalnya, kayak telur kan Rp 26.600. Berarti kan naik dari Rp 22.000 mendekati nilai acuan," tandasnya.
(igo/fdl)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·