Jakarta -
Nuryati (62) menjadi salah seorang korban meninggal dalam kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Anak pertama Nuryati, Halimah (41) mengenang ibu sebagai sosok nan penyayang dan penuh perhatian ke anak-anaknya.
"Baik, baik banget. Sayang juga sama anak-anaknya, perhatian sama anak-anaknya," kata Halimah saat ditemui di kediamannya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).
Halimah mengatakan ibunya merupakan sosok nan aktif di wilayah. Dia kagum dengan banyaknya orang nan melayat dan mendoakan ibunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama penduduk juga aktif di wilayah dari dulu. Kayak tadi juga teman-teman Mama juga kaget. Maksudnya. Mama tuh orang baik, diem, enggak pernah banyak ngomong. Banyak temannya," kata Halimah.
"Makanya tadi Masya Allah banget ya tamunya Mama tuh banyak banget. Makanya kita juga sampai kaget. Mama punya ibadah apa gitu sampai tamunya tuh banyak banget. nan kita nggak tahu ya setelah Mama enggak ada," tambahnya.
Halimah mengatakan saat kejadian ibunya hendak pergi ke Cikarang. Nuryati bakal menjenguk anak ke-4 nya nan dirawat di rumah sakit.
"Mau ke Cikarang, ke tempat adik saya, mau nengokin adik saya nan sakit, di rumah sakit, kan dirawat," ujarnya.
Lebih lanjut, Halimah mengatakan tetap sempat berjumpa ibunya sebelum peristiwa kecelakaan kereta tersebut. Dia mengaku membahas tentang PKK.
"Iya jam sampai 6.30 WIB itu tetap di sini di rumah saya. Sama lagi ngomongin masalah PKK, telaah masalah PKK kan mau ada kegiatan. Mama juga aktif di PKK, saya juga di PKK. Jadi ngebahas itu di PKK," ujarnya.
Sebagai informasi, korban tewas kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang. Selain itu, ada 84 orang korban nan terluka.
"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan tetap berlangsung," kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4).
Peristiwa Kecelakaan
Berdasarkan rekaman video nan diterima redaksi, suasana di Stasiun Bekasi Timur tampak mencekam dan dipenuhi penumpang. Aksi heroik terlihat saat sesama penumpang saling bahu-membahu mengevakuasi korban di area peron.
Beberapa penumpang tampak tergeletak lemas dan terduduk di peron dalam kondisi syok usai tumbukan keras terjadi. Sejumlah orang juga terlihat mengalami luka di bagian kepala dan berupaya melakukan pertolongan pertama secara mandiri.
Kondisi rangkaian KRL nan tertabrak tetap tertahan di sisi peron dengan pintu terbuka, namun seluruh lampu di dalam gerbong sudah dalam keadaan padam total.
Dalam potongan video lainnya, terlihat kerusakan parah pada salah satu rangkaian KRL Commuter Line nan ringsek setelah dihantam KA Jarak Jauh. Di dalam gerbong nan gelap gulita, kepanikan pecah saat sejumlah penumpang tetap terjebak di dalamnya.
Suara teriakan panik penumpang terdengar jelas dalam kegelapan gerbong, sementara beberapa orang lainnya berupaya mencari jalan keluar di tengah kondisi kereta nan meninggal lampu.
(rdp/rdp)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·