Melihat anak demam lampau napasnya jadi lebih cepat, wajar jika orang tua langsung khawatir. Apalagi jika napas si mini terlihat berbeda dari biasanya, orang tua bisa saja mengira anak sedang sesak. Padahal, menurut Dokter Spesialis Anak sekaligus expert kumparanMOM, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, saat demam, wajar saja jika napas anak bisa lebih sigap lantaran metabolisme tubuh ikut meningkat.
dr. Reza menjelaskan, ketika suhu tubuh naik, tubuh bakal mengalami peningkatan metabolisme. Kondisi ini bisa membikin degub jantung dan gelombang napas ikut meningkat.
“Demam itu bakal meningkatkan metabolisme tubuh. Wajar hukumnya jika tubuh ini lagi demam, suhu tubuhnya tinggi, bakal melakukan nan namanya takikardia, degub jantungnya cepat, dan terjadi namanya takipnea. Takipnea tuh napasnya cepat. Dan itu wajar selama dia demam,” jelas dr. Reza saat ditemui kumparanMOM di Brawijaya Hospital Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).
Napas Cepat saat Demam, Kapan Perlu Khawatir?
dr. Reza menambahkan, meski napas sigap bisa terjadi lantaran demam, orang tua tetap perlu memandang kondisi anak setelah suhu tubuhnya turun.
Sebab, napas sigap nan disebabkan oleh demam semestinya ikut membaik ketika demam mereda. Inilah nan menurut master bisa membantu membedakannya dengan kondisi seperti pneumonia.
“Yang membedakan dengan pneumonia adalah saat dia demamnya turun, lenyap enggak tuh indikasi tadi? Sedangkan jika dia pneumonia, dia mau demam turun, demamnya naik, sesak terus dia,” kata dokter.
Jadi, jangan hanya memandang napas anak ketika suhu tubuhnya sedang tinggi. Coba perhatikan juga setelah demam turun. Jika demam sudah turun tetapi napas anak tetap sigap alias anak tetap terlihat sesak, kondisi tersebut perlu diperiksakan lebih lanjut.
Kenapa Demam Bisa Bikin Napas Anak Lebih Cepat?
Sederhananya, ketika tubuh mengalami demam, metabolisme tubuh meningkat. Tubuh bekerja lebih aktif sehingga degub jantung bisa menjadi lebih sigap dan gelombang napas pun dapat meningkat. Karena itu, napas anak nan lebih sigap saat sedang demam tidak otomatis berfaedah anak mengalami sesak alias pneumonia.
Namun, orang tua tetap perlu melakukan pengamatan terhadap kondisi anak secara keseluruhan. Apalagi jika napas sigap tidak membaik setelah demam turun alias disertai indikasi lain.
Jadi, jangan langsung panik ketika memandang napas si mini berubah saat demam, tetapi jangan pula mengabaikannya jika kondisi tersebut menetap ya, Moms.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·