WNI Jadi Tentara Rusia Hubungi Kemlu, Pemerintah Dalami Dugaan Eksploitasi

Sedang Trending 45 menit yang lalu
WNI Jadi Tentara Rusia Hubungi Kemlu, Pemerintah Dalami Dugaan Eksploitasi Salah satu WNI nan diduga menjadi tentara Rusia menghubungi Jubir Kemlu RI.(Dok. MetroTv)

JURU Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, mengungkapkan bahwa salah satu penduduk negara Indonesia (WNI) nan diduga berasosiasi sebagai tentara Rusia telah menghubungi pihak pemerintah melalui pesan singkat. Pesan tersebut ditujukan kepada Menteri Luar Negeri RI Sugiono melalui nomor pribadi Yvonne.

Meski telah menerima komunikasi informal, Yvonne menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada surat resmi nan masuk ke kementerian. Pemerintah tetap perlu melakukan langkah verifikasi mendalam sebelum menentukan tindakan lebih lanjut mengenai info tersebut.

"Kita tidak menerima surat resmi untuk Menteri Luar Negeri RI, tapi ada satu WA nan notabene dari WNI tersebut ke nomor pribadi saya sebagai jubir, menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri RI," ujar Yvonne dalam keterangan pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

Kemlu RI saat ini tengah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskwa untuk memastikan validitas info tersebut. Yvonne menekankan bahwa proses ini tidak sederhana dan memerlukan koordinasi lintas kementerian serta lembaga terkait.

Dugaan Penipuan dan Eksploitasi

Selain melakukan verifikasi identitas, pemerintah juga mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, hingga proses perekrutan kerja nan menyesatkan. Kemlu berkomitmen memberikan perlindungan penuh jika ditemukan bukti bahwa para WNI tersebut merupakan korban dalam proses rekrutmen militer tersebut.

Kasus ini mencuat setelah Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) merilis laporan pada 27 Agustus nan menyebut adanya delapan nama WNI nan direkrut oleh militer Rusia. SZRU mengeklaim Rusia semakin aktif merekrut penduduk asing seiring menurunnya jumlah penduduk lokal nan bersedia menandatangani perjanjian militer.

Daftar WNI nan Disebut dalam Laporan SZRU:

  • Yuda Putra Pratama (1997)
  • Muhammad Syaripudin (1994)
  • Erwanda (1988)
  • M Hadi Maulana (1987)
  • Wahyu Oktavian Iskandar (1985)
  • Haryanto Dwi Kencana (1983)
  • Helmi Nuraha Hakim (1983)
  • Ngangun Hudri Fadli (1978)

Berdasarkan laporan intelijen tersebut, para rekrutan asing dijanjikan penghasilan tinggi, percepatan kebangsaan Rusia, hingga agunan tugas di luar medan tempur. Saat ini, pemerintah Indonesia tetap terus memantau kondisi dan status norma para WNI tersebut di wilayah konflik. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia