Amran Ungkap 3.619 Ton Beras Bulog Turun Mutu dan Rusak, Ini Rinciannya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, membeberkan kondisi stok beras nan mengalami penurunan mutu hingga rusak di penyimpanan Perum Bulog. Penjelasan itu disampaikan Amran saat menjawab pertanyaan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi alias nan berkawan disapa Titiek Soeharto, mengenai beras rusak di penyimpanan Bulog.

Di hadapan personil dewan, Amran mengaku telah meminta Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, untuk membuka info secara transparan mengenai kondisi stok beras nan tersimpan di gudang.

"Jadi kami sudah panggil Dirutnya (Bulog) kemarin, dan tadi pagi (Dirut Bulog) baru tiba dari China. Saya katakan ke Pak Dirut, 'Ini jangan Bapak nan berbuat, masalahnya ke saya.' (Kata Pak Dirut) 'Oh siap Pak Menteri'," ujar Amran dalam rapat kerja berbareng Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menuturkan, dirinya secara unik telah meminta rincian jumlah beras nan mengalami kerusakan maupun penurunan mutu agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

"Saya minta rincikan info berapa banyak beras (di penyimpanan Bulog) nan rusak, 'you kudu terbuka' (kata Amran ke Dirut Bulog)," tuturnya.

Berdasarkan info nan diterimanya, jumlah beras nan betul-betul rusak tercatat mencapai 3.619 ton. Angka tersebut berasal dari stok nan terdampak musibah force majeure seperti banjir dan longsor, termasuk nan terjadi di Aceh.

Perum Bulog mengundang mahasiswa nan tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia untuk meninjau langsung kondisi penyimpanan beras di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Perum Bulog mengundang mahasiswa nan tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia untuk meninjau langsung kondisi penyimpanan beras di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Perum Bulog mengundang mahasiswa nan tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia untuk meninjau langsung kondisi penyimpanan beras di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

"Beras nan rusak, 3.619 ton. Itu 0,00 sekian persen. Nah kemudian nan ini perlu perhatian khusus, ini ada dua kemungkinan. Ini tetap bisa diolah, beras nan bisa diperbaiki 93.488 (ton). Ini tetap bisa diperbaiki sebagian besar," jelas dia.

Ia menjelaskan, sebagian besar beras nan mengalami penurunan mutu tetap dapat diproses kembali, sehingga kualitasnya kembali layak untuk didistribusikan. Dari total stok beras nasional Bulog nan mencapai 5.305.594 ton, jumlah beras nan turun mutu tercatat sebanyak 93.488 ton alias sekitar 1,76%.

Data Bulog mengklasifikasikan beras turun mutu ke dalam tiga kategori. Pertama, kategori A sebanyak 93.488 ton, ialah beras nan kualitasnya menurun tetapi tetap bisa direproses dan dikembalikan mutunya untuk disalurkan kembali.

Kedua, kategori B nan merupakan beras turun mutu dan kudu dilepas alias dimusnahkan, dengan jumlah nihil. Ketiga, kategori C sebanyak 3.619 ton, ialah beras rusak akibat musibah alam alias force majeure.

Amran menegaskan, beras nan sudah tidak bisa diperbaiki pun tetap mempunyai nilai ekonomi lantaran dapat diolah menjadi produk lain.

"Tapi jika tidak, mungkin 10%, katakanlah 9.000 itu menjadi tepung. Dan harganya tetap bagus," tukas dia.

Di sisi lain, Amran juga mengakui tetap ditemukan sejumlah kasus kualitas beras nan kurang baik di lapangan. Namun, menurutnya, jumlahnya relatif mini dan langsung ditindaklanjuti.

"Jujur, saya kudu terbuka juga, ada kami temukan seperti nan Ibu (Ketua Komisi VI DPR RI, Titiek Soeharto) katakan tadi di daerah, kami kunjungan, langsung kami Bulognya telepon, (minta) tukar hari itu juga, lantaran berasnya kurang bagus, tapi itu jumlahnya kecil," ungkap Amran.

Karena itu, Amran meminta Bulog meningkatkan kewaspadaan dalam pengelolaan stok beras nan sekarang berada pada level tinggi. Ia menilai tantangan saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lampau ketika stok beras justru terbatas.

"Tapi kami minta Bulog waspada dari sekarang. Kita sudah separuh meninggal kerja. Ini alhamdulillah ada nan rusak lantaran berasnya ada, jika dulu tidak rusak Bu, lantaran berasnya nan kurang. Jadi beras impor masuk semua. Ini beras kita semua," tegasnya.

Sebagai langkah mitigasi, beras kategori A direncanakan direproses dan dimanfaatkan untuk program support pangan melalui skema pencampuran satu bagian beras hasil reproses dengan empat bagian beras baru hasil panen 2026. Sementara beras kategori C bakal dihilirisasi menjadi tepung beras sehingga tidak menimbulkan kerugian negara.

Adapun untuk memperkuat kualitas penyimpanan, pemerintah saat ini tengah membangun 100 titik penyimpanan baru Bulog dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun. Gudang modern tersebut dirancang agar bisa menjaga kualitas beras dalam jangka waktu nan lebih panjang.

"Memang ada pembangunan penyimpanan Bu. Ini ada bangun penyimpanan 100 titik, nilainya Rp5 triliun sudah disetujui, sedang dibangun. Dan ini gudangnya bisa memperkuat 2 tahun, minimal. Bisa 3 tahun berasnya. Kalau China, itu bisa cukup lebih lama lagi. Jadi penyimpanannya jauh lebih bagus daripada sekarang. Ini cukup modern Bu," pungkas Amran.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News