Alumni Beasiswa Ini Sukses Berkarier di Industri Biodiesel hingga Mampu Berzakat

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Alumni Beasiswa Ini Sukses Berkarier di Industri Biodiesel hingga Mampu Berzakat Ilustrasi(Dok Istimewa)

ALUMNI Beasiswa Cendekia Baznas, Musa Habib, sukses berkarier di PT Jhonlin Agro Raya Biodisel Plant TBK sebagai quality control. Keberhasilan tersebut turut meningkatkan kondisi ekonominya hingga bisa menunaikan zakat.

Musa Habib merupakan penerima manfaat Beasiswa Cendekia Baznas , lulusan dari Program Studi S1 Kimia Universitas Lambung Mangkurat. Beasiswa Cendekia Baznas membantunya menyelesaikan studi sekaligus mengembangkan kapabilitas diri hingga sukses di bumi industri biodisel.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan Musa nan sekarang bisa berdikari secara ekonomi dan menunaikan zakat

Menurutnya, keberhasilan penerima faedah Beasiswa Baznas menjadi salah satu capaian luar biasa dari penyelenggaraan Program Beasiswa Pendidikan nan diinisiasi Baznas.

"Alhamdulillah program Beasiswa Cendekia Baznas kembali sukses mencetak muzaki baru. Kebahagiaan ini untuk kita semua, khususnya para muzaki nan telah bersama-sama Baznas membantu para mustahik dengan menyalurkan zakatnya melalui Baznas," ucap Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (4/8).

Idy menilai, pendidikan merupakan salah satu instrumen krusial dalam upaya memutus rantai kemiskinan. Melalui support beasiswa, mahasiswa dari family kurang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi akademik dan keahlian nan dapat menjadi bekal untuk memasuki bumi kerja.

"Ketika seorang mustahik nan sebelumnya menerima faedah dari amal kemudian bisa berdikari secara ekonomi dan menunaikan zakat, maka di situlah kita memandang keberhasilan dari proses pemberdayaan nan dilakukan," katanya.

Menurut Idy, keberhasilan Musa juga menunjukkan, amal nan dikelola secara tepat dapat memberikan akibat jangka panjang bagi mustahik. Tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan pendidikan, program tersebut juga membuka kesempatan bagi mustahik untuk meningkatkan taraf hidup dan berkontribusi kembali melalui zakat.

Lebih lanjut, Idy menegaskan, Baznas bakal terus memperkuat program pendidikan nan memberikan kesempatan kepada generasi muda dari family kurang bisa untuk mengakses pendidikan berkualitas.

Sementara itu, alumni Beasiswa Cendekia Baznas, Musa Habib mengaku sangat terbantu dengan program Beasiswa Cendekia Baznas selama menempuh pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat.

Ia mengatakan, Beasiswa Cendekia Baznas menjadi salah satu titik krusial dalam perjalanan hidupnya hingga akhirnya dapat berkarier dan sekarang bisa menunaikan amal dari penghasilan nan diperolehnya.

"Alhamdulillah saya telah bekerja. Dalam pekerjaan saya, saya bertanggung jawab memastikan seluruh siklus produksi biodiesel melangkah sesuai standar, mulai dari seleksi bahan baku seperti pengetesan kadar FFA pada minyak sawit, mengawal proses reaksi kimia di pabrik, hingga melakukan pengetesan produk akhir (FAME) agar memenuhi standar SNI dan izin nan berlaku," jelas Musa.

"Saya juga berterima kasih sekarang dapat menunaikan amal sebagai seorang muzaki. Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya tentang meraih pekerjaan, tetapi juga tentang membuktikan bahwa kesempatan, pendidikan, dan kerja keras bisa mengubah kehidupan," lanjutnya.

Musa juga menyampaikan terima kasih kepada Baznas nan telah memberikan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan pendidikan melalui Beasiswa Cendekia Baznas.

"Saya berambisi program Beasiswa Baznas untuk dikembangkan dan diperluas agar semakin menjangkau masyarakat nan kurang bisa dapat mengenyam pendidikan nan berkualitas," ucapnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia