Alissa Wahid: Pengurus Baru Bertanggung Jawab Susun Peta Jalan NU 2026-2050

Sedang Trending 1 hari yang lalu
 Pengurus Baru Bertanggung Jawab Susun Peta Jalan NU 2026-2050 KETUA Komisi Program Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Alissa Wahid.(Dok. Antara)

KETUA Komisi Program Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Alissa Wahid, menegaskan bahwa penyusunan Peta Jalan NU 2026–2050 merupakan arah strategis jangka panjang organisasi. Visi ini bakal menjadi tanggung jawab penuh kepengurusan baru nan terpilih dalam Muktamar ke-35 NU.

Alissa menjelaskan bahwa peta jalan tersebut dirancang sebagai kelanjutan arah kepemimpinan pascamuktamar Lampung. Dokumen ini bakal menjadi referensi kerja bagi Rais Aam dan Ketua Umum terpilih untuk periode mendatang.

“Menjadi visi dari kepengurusan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih di Muktamar ke-35, tetap pokok-pokok hadapan program ini kudu menjadi referensi dan kelak bakal dipertanggungjawabkan sepanjang masa kepemimpinan, baik melalui Munas-Konbes maupun melalui Muktamar ke-36 tahun 2031 nanti,” ujar Alissa Wahid dalam konvensi pers di Jakarta, Kamis (3/9).

Transformasi Organisasi di Abad Kedua

Menurut Alissa, konsentrasi utama dalam Peta Jalan NU 2026-2050 adalah penguatan organisasi secara menyeluruh. Langkah ini dinilai krusial mengingat NU telah memasuki abad kedua dengan dinamika tantangan nan jauh lebih kompleks.

Tantangan tersebut mencakup beragam aspek, mulai dari era digital, pergeseran geopolitik global, hingga perkembangan psikologis masyarakat modern. Oleh lantaran itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dituntut untuk terus beralih bentuk dan melakukan konsolidasi internal guna menjawab kebutuhan zaman.

Empat Pilar Khidmah NU

Dalam peta jalan tersebut, Alissa merinci empat pilar utama nan menjadi konsentrasi penguatan khidmah (pengabdian) NU, yaitu:

  • Pesantren dan Aswaja: Memperkuat pedoman ideologi dan pendidikan tradisional.
  • Kesejahteraan Sosial-Ekonomi: Meningkatkan taraf hidup penduduk NU.
  • Keunggulan SDM: Menciptakan sumber daya manusia nan kompetitif.
  • Pelestarian Lingkungan: Mendorong keberlanjutan ekologi.

“Kalau ini tanggung jawab ke dalam, begitu ya, kepada penduduk NU nan jumlahnya 57 persen dari umat Islam di Indonesia,” imbuhnya.

Selain konsentrasi internal, Alissa menekankan bahwa NU tetap memegang teguh tanggung jawab terhadap bangsa dan dunia. Sebagai salah satu kekuatan sosial kemasyarakatan terbesar di Indonesia, khidmah untuk perdamaian bumi dan kemajuan nasional tetap menjadi bagian integral dari arah organisasi ke depan. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia