Alat Berat Dikerahkan Cari Sumber Puluhan Kebakaran Misterius di Rumah di Sleman

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Alat berat dikerahkan untuk mencari sumber penyebab kebakaran nan terjadi puluhan kali di sebuah rumah di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Rabu (3/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Alat berat dikerahkan untuk mencari sumber penyebab kebakaran nan terjadi puluhan kali di sebuah rumah di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Rabu (3/6).

Pantauan kumparan, perangkat berat diterjunkan di Sungai Nepen nan berjarak 300 meter dari rumah. Di titik itu peneliti UPN Veteran Yogyakarta beberapa waktu lampau menemukan gelembung gas metana.

"Setelah kejadian, Senin siang, saya memang merekomendasikan (agan) ini lenyap (endapan dan rumpun bambu di sungai). Harapannya jika ini hilang, kita udah enggak ada (kebakaran) di sana (di rumah warga). Harapannya," kata Penyelidik Bumi Muda BPPTKG Aris Dwi Nugroho ditemui di lokasi.

Aris mengatakan dari Dinas PU juga bakal membikin tanggul di sana sehingga sungai bisa semakin dimanfaatkan masyarakat.

"Terus terduga source-nya (gas) metan itu hilang. Aku nan krusial terduga dulu lah. Kita belum bisa memastikan di situ ya (penyebab pasti sumber pemicu api)," katanya.

Aris mengatakan berasas prediksi tim peneliti UPN Veteran Yogyakarta gelembung gas metana keluar dari sungai ini.

"Memang itu adalah salah satu tanda gas rawa, gas metan nan ada di sini. Kemudian kami dari Badan Geologi nan punya wakil di Yogya, BPPTKG itu kemarin memetakan di sini ini ke sampai ke sana, corak U ini," katanya.

Tim Penyelidik Bumi Muda BPPTKG mencari sumber penyebab kebakaran nan terjadi puluhan kali di sebuah rumah di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Rabu (3/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Lanjutnya di dekat pohon bambu nan ditebang, tim BPPTKG menemukan adanya gas metana, namun kecil.

"Cuma 4% LEL (Lower Explosive Limit) gitu. Jadi, memang pas setelah di sini, kami ke rumah juga enggak ada. Tetapi jika misalkan prediksi bahwa terduganya itu di sini, dengan kita bongkar ini harapannya tidak ada lagi timbunan gas," katanya.

Diduga gas metana itu menyebar melalui rekahan-rekahan menuju rumah warga.

"Makanya teman-teman UPN sekarang sedang membikin lintasan geolistrik di sana. Harapannya, jika memang di situ ada rekahan, itu kedeteksi," tuturnya.

Sebelumnya, tim peneliti dari UGM dan UPN telah terjun ke letak untuk menginvestigasi kebakaran misterius ini. Dugaan sementara kebakaran dipicu gas metana hingga temuan tingginya gas hidrogen.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan