Aktivitas Kawasan Industri dan Lebaran Dongkrak Arus Logistik Jateng-Jatim

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Aktivitas Kawasan Industri dan Lebaran Dongkrak Arus Logistik Jateng-Jatim

SPTP siapkan langkah antisipasi menghadapi lonjakan arus logistik menjelang Lebaran 2026. (Foto: dok Pelindo)

SURABAYA – Pengusaha logistik dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi lonjakan arus logistik menjelang Lebaran 2026. Peningkatan arus logistik jelang Lebaran terpantau terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko menyebutkan volume kargo naik sekitar 130 persen. Di Pelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo membikin rotasi kontainer nan biasanya rata-rata sekitar 2.800 unit per hari meningkat menjadi 3.000 unit per hari.

Selain momentum Lebaran, ALFI Jateng menyoroti tren pertumbuhan aktivitas logistik juga didongkrak banyaknya investasi industri di Jawa Tengah, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas.

"Pada 2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. Ini signifikan, walaupun perusahaan di area industri KIK dan KITB baru sekitar 20 persen nan sudah produksi dan operasi," ucap Teguh, Selasa (3/3/2026). 

Kepadatan arus logistik jelang Lebaran mendorong ALFI Jatim menyiapkan strategi khusus. Salah satunya, pengalihan storage ekspor untuk menampung sementara impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Ketua ALFI Jatim Sebastian Wibisono mengatakan, menjelang Lebaran lonjakan arus logistik memang tidak bisa dihindari. Ia memprediksi volume arus logistik Lebaran bakal meningkat 80 persen. Apalagi Surabaya selama ini kerap menjadi jalur transit ke wilayah Timur. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan kembali normal setelah April.

"Kebetulan Nataru, Imlek dan Lebaran waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Pas Imlek banyak impor turun ke sini, terus didistribusikan ke wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," kata Wibi, Selasa (3/3/2026).

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com