Aktivis Sayap Kanan Tommy Robinson Ditangkap di Bandara Heathrow

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Aktivis Sayap Kanan Tommy Robinson Ditangkap di Bandara Heathrow Tommy Robinson kembali ditangkap polisi di Bandara Heathrow Inggris. Dua ponselnya disita di bawah undang-undang kontra-terorisme usai memicu tindakan protes.(AFP)

AKTIVIS sayap kanan Inggris, Tommy Robinson, ditahan oleh pihak kepolisian di Bandara Heathrow di bawah undang-undang kontra-terorisme. Penangkapan ini terjadi setelah sepekan terakhir namanya kembali mencuat dan menjadi sorotan tajam di media sosial.

Aktivis nan mempunyai nama original Stephen Yaxley-Lennon tersebut dihentikan petugas, dan dua ponsel miliknya disita berasas Pasal 3 dari Counter-Terrorism Border Security Act 2019. Regulasi tahun 2019 ini memberikan kewenangan kepada petugas kepolisian di gerbang transportasi untuk menghentikan, memeriksa, menggeledah, hingga menahan perseorangan nan dicurigai berjalan untuk merencanakan alias melakukan tindakan bermusuhan.

Melalui media sosial, Robinson menyatakan dirinya ditahan selama nyaris tiga jam. Ia menyebut ponsel iPhone dan Samsung Galaxy miliknya telah disita, lampau meminta para pendukungnya untuk menyumbangkan duit guna mendanai support hukumnya.

Seorang ahli bicara Robinson turut memberikan pernyataan melalui platform X.

"Mereka kemungkinan mau memandang dengan siapa dia berbicara, dan mungkin mencari tahu siapa sumber-sumbernya, sumber-sumber nan bakal membongkar keterlibatan para politisi dalam pemerkosaan terhadap generasi gadis-gadis Inggris," tulis ahli bicara tersebut.

"Ini adalah serangan terhadap kebebasan berbicara, ini adalah serangan terhadap kewartawanan investigasi, tidak lebih dan tidak kurang," tambahnya.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti mengenai kasus apa penghentian Robinson dilakukan. Pihak Kepolisian Metropolitan London menolak memberikan komentar saat dihubungi.

Pria berumur 43 tahun itu belakangan ini kembali mencuat di tengah ketegangan rasial nan melanda Inggris. Ketegangan ini dipicu oleh rekaman kamera tubuh (bodycam) polisi nan memperlihatkan kematian remaja berumur 18 tahun, Henry Nowak, saat berada dalam tahanan polisi di Southampton.

Mantan pemimpin English Defence League tersebut kemudian memelopori serangkaian tindakan protes di Southampton. Demonstrasi tersebut berujung pada bentrok antara perusuh dan aparat, nan menyebabkan 13 petugas kepolisian dan seekor anjing pencari mengalami cedera.

Selain itu, Robinson juga menyebarkan rekaman video kejadian di Belfast nan memperlihatkan seorang pria, nan diduga pencari suaka asal Sudan, mengacungkan pisau ke arah laki-laki lain nan dijatuhkannya ke tanah dalam dugaan percobaan pembunuhan. Robinson kemudian membagikan rincian rencana demonstrasi di Inggris dan Irlandia Utara melalui akun X miliknya, nan kemudian dibagikan ulang oleh Elon Musk kepada 240 juta pengikutnya.

Sebelum kejadian ini, Robinson pernah dibebaskan dari tuduhan terorisme serupa setelah menolak memberikan akses ke ponselnya kepada polisi. Peristiwa itu terjadi saat dia dihentikan oleh petugas di Terowongan Terusan (Channel tunnel) di Folkestone ketika sedang berkendara menuju Benidorm, Spanyol. Kala itu, dia menolak memberikan nomor PIN dengan argumen ponselnya berisi materi jurnalistik nan berkarakter rahasia, dan pengadil distrik menyimpulkan tidak ada kepastian bahwa penghentian oleh polisi tersebut sah secara hukum. (The Guardian/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia