Aksi Aiptu David Wewe Tangkap Pelaku Kejahatan lewat Strategi Penyamaran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Aksi penyamaran nan dilakukan Aiptu Dafit Rico Darmawan dalam menangkap pelaku kejahatan kerap viral di media sosial. Pria nan berkawan dikenal dengan David Wewe itu melakukan penyamaran agar pelaku tidak menyadari kehadiran polisi dan tidak sempat melarikan diri.

Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang, Polda Sumatera Barat (Sumbar) diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026 oleh pengajar Dosen Fakultas Ekonomi Unand, Sari Lenggogeni. Sari terkesan dengan dedikasi nan diberikan Aiptu David Wewe.

"Memang kan lantaran wilayahnya Polres, ya, tapi, apa namanya, dedikasi beliau itu katanya nyaris se-Sumatera Barat, gitu ya. Beliau itu quick response. Jadi, siapapun, tanpa status apapun, dengan latar belakang apapun, selalu menindaklanjuti laporan," kata Sari kepada detikcom, Kamis (30/4/2026).

David Wewe adalah Kepala Tim Katim Klewang alias Opsnal Satreskrim Polresta Padang. Sari menyebut penduduk banyak nan melapor ke Posko Tim Klewang lantaran respons cepat.

"Yang menarik laporan itu diajukannya tuh lebih banyak ke Posko. Jadi, mau masyarakat mana, masyarakat mana, itu datang ke sana, bikin laporan, walaupun kelak prosedurnya tetap ya, sesuai SOP," ucap dia.

Aiptu David Rico Darmawan namalain David WeweAiptu David Rico Darmawan namalain David Wewe (Foto: dok. Istimewa)

Sari menyebut Tim Klewang nan dipimpin oleh Aiptu David Wewe memiliki call center. Menurutnya, call center itu juga responsif.

"Mulai dari apapun, lah ya. Ya, itu ditindaklanjuti dan direspons, itu sangat jarang jika saya lihat ya, di seorang polisi. Jadi, respons itu nan pertama," ucap dia.

Sari mengenal David Wewe sejak tahun 1995, pada saat itu mereka sama-sama menjadi Tim Paskibraka Kota Padang. Sari mengenal David Wewe sebaik sosok polisi nan baik dan suka menolong masyarakat.

"Sampai sebegitu baiknya beliau ke masyarakat, itu nan ngefansnya banyak. nan ngefans itu bisa dari Pekanbaru datang, hanya untuk berfoto, gitu," kata dia.

"Misalnya, ini kan orang biasanya jika mungkin ya, dalam tanda kutip, banyak polisi nan malah nyari, gitu, kan, minta maaf. Tapi ini, dia didatangi emak-emak dari segala macam kalangan, ya, terus dia kasih berapa duit nan ada di kantongnya. Dia bersih lah di dalam polisi itu, nggak pernah melakukan, apa ya, duit apa segala macam," imbuhnya.

Sari menambahkan David Wewe juga turut andil dalam respons sigap musibah banjir bandang di Padang pada November 2025 lalu. Dia juga memberikan support kepada masyarakat.

"Dia itu langsung turun tangan ke wilayah bencana, ya, berbareng kita juga. Dia juga memang sangat dikenal dengan masyarakat. Misalnya, ada emak-emak, 'Nak, kami mau kasur lagi, mau daster, mau apa?' Itu dibikin lucu-lucu sama dia, tapi dipenuhi. Kemudian dia memenuhi janji-janji, apalagi mungkin kehadirannya saja sudah menjadi obat, gitu, ya," katanya.

Menurut Sari, David juga mengunggah video penangkapan pelaku kejahatan di media sosial. Menurutnya, adanya Tim Klewang laporan masyarakat Kota Padang sigap ditindaklanjuti oleh polis.

"Tapi memang dedikasi ya, jika dia memang tuntas mencarinya. Sesuai dengan SOP, jika ada laporan, ada apa, ada apa. Misalnya, hal-hal viral 'Nih, ada nan pemalakan, segala macam'. Nah, jika ada laporan kan orang pada take, @David Wewe, David Wewe. pasti dia lakukan. Berarti respon sigap beliau," ucapnya.

20 Tahun Mengabdi di Reserse

Aiptu Dafid Rico alias David Wewe sudah mengabdi di bagian Serse sejak awal tahun 2000-an. Sejak awal David memang tertarik mengungkap kasus kriminal.

"Kalau di buser saya sudah nyaris 24 tahun, Kak. Jadi, cuman jika Tim Klewang itu kan baru dibentuk sama Kapolresta nan lama di tahun 2021," kata David kepada detikcom.

Menjadi personil kepolisian bagi David berfaedah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kedua, kata dia, laporan masyarakat kudu segera ditindaklanjuti.

"Masalah kita melayani masyarakat dulu. Jadi, saya selalu menerima apapun itu laporan dari masyarakat. Apakah dia curhat di posko alias sekecil apapun masalah kita terima dulu. Kira berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita utamakan untuk dedikasi kita dari kepolisian dulu," jelas David Wewe.

Usai menerima laporan dari masyarakat itu, David langsung melakukan pendalaman. Dia segera mengerahkan tim agar kasus segera bisa diungkap dan pelaku ditangkap.

"Kalau masalah penangkapan, ya, begitu kita datangi TKP, kita pertajam lidik, saya arahkan personil di lapangan. Jadi, kelak mengerucut mengarah ke si pelaku dan andaikan sudah A1 dan sudah kita kumpulkan semuanya, kita langsung melakukan pergerakan untuk melakukan penangkapan terhadap si pelaku kejahatan tadi itu," ucap dia.

Posting Video Penangkapan untuk Transparansi

Dalam menangkap pelaku, David seringkali melakukan penyamaran. Video penangkapan juga diunggahnya di akun media sosial David Wewe.

"Kita kan dituntut selalu diposting kegiatan-kegiatan Polri biar dikenal sama masyarakat. Polri itu bekerja begini, transparan, kan. Jadi, pada saat melakukan penangkapan, ya, kita kudu punya trik-trik tersendiri untuk mengelabui mereka. Apakah kita menyamar alias kita pura-pura jadi apa, nan penting, sasaran kita bisa sukses kita amankan," ucap David.

Salah satu penangkapan terbaru nan dilakukan David adalah kasus penganiayaan hingga tewas. Tersangka ditangkap di dalam bus, sementara David menyamar sebagai pengamen.

Pelaku sempat kabur ke Depok selama 6 bulan. Pelaku akhirnya ditangkap saat kembali ke Padang.

"Walaupun dia melarikan diri, kita tetap menjadikan suatu PR bagi kita dan saya selaku Katim tetap memonitor dianiaya, ya, dengan teknik kita, apakah kita bisa mendapatkan lagi nomor handphone-nya alias dia komunikasi sama siapa. Sampailah dia kita ketahui dia udah nggak tahan dan kembali lagi ke Padang, udah kita sikat di Padang lagi, dia," kata David.

Aiptu David Rico Darmawan namalain David WeweAiptu David Rico Darmawan namalain David Wewe (Foto: dok. Istimewa)

Upaya Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Sebagai personil polisi, David selalu berupaya menjaga gambaran Polri di tengah-tengah masyarakat. Dia juga mau mengubah pola pikir jika lapor polisi kudu pakai uang.

"Saya pengin mengubah saja. Karena kan, ya masyarakat mungkin tetap mempunyai pola lama, misal lapor polisi takut, kudu bayar dulu bergerak, alias kudu dikasih duit dulu mungkin polisi baru bergerak," tuturnya.

"Jadi, masyarakat merasa percaya kembali dan tumbuh kembali jika nan dikatakan sama orang-orang, 'Oh, kudu kasih duit dulu dia baru bergerak' tuh, itu pun jadinya hilang, Alhamdulillah. Muncul lagi kepercayaan dari masyarakat itu, kan," tuturnya.

David mengatakan pekerjaan di bagian Serse juga menjadi kegemaran baginya. David merasa senang jika bisa membantu masyarakat dalam pengungkapan kasus.

"Sempat, pernah dulu family meminta, 'Sudah tuh, Pak. Pindahlah lagi di umur 40.' Karena dulu family saya berjanji, 'Saya hanya sampai umur 40 tahun' lantaran mengingat kesehatan dan anak-anak udah besar. Tapi ya, karena, ketua menilai tetap memerlukan dan ada regenerasi kita belum ada, ya kita tetap bertahan. Selagi kita tetap bisa kerja amanah untuk masyarakat," kata dia.

David mengatakan dirinya selalu standby 24 jam. Dia menyebut Posko Tim Klewang sudah menjadi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) 2 di Polresta Padang.

"Selagi kita dipakai ketua dan selagi masyarakat tetap memakai kita dan bisa kita menjaga amanah, insyaAllah, sampai kapan, sampai titik darah penghabisan saya, mungkin mengabdi di satuan reserse kriminal. Sudah merupakan kegemaran dan membantu masyarakat nan lagi bermasalah itu saya paling senang," pungkasnya.

(lir/knv)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News