Akar Inti Teknologi dan Nusanet Dorong Digitalisasi Operasional Lapangan di RI

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Michelle Suteja CEO Akar Inti Teknologi (AIT) berbareng Ahmad Rais, VP Digital Business PT Media Antar Nusa dalam penandatanganan kemitraan strategis OpteraOne. Foto: Dok. Istimewa

Kompleksitas pengelolaan operasional lapangan tetap menjadi tantangan nan dihadapi beragam sektor industri di Indonesia, mulai dari telekomunikasi, manufaktur, jasa teknologi informasi, hospitality, hingga pengelolaan fasilitas.

Ketika aktivitas lapangan melibatkan banyak personel, aset, lokasi, dan sasaran jasa secara bersamaan, perusahaan dituntut untuk mempunyai visibilitas operasional nan lebih sigap dan akurat.Tantangan tersebut tidak lagi sebatas persoalan efisiensi, namun mulai berakibat terhadap kualitas layanan, produktivitas tenaga kerja, hingga keahlian perusahaan dalam mengambil keputusan berbasis data.

Pengelolaan info operasional tetap menjadi tantangan bagi banyak organisasi di tengah meningkatnya kebutuhan bakal proses kerja nan lebih sigap dan terintegrasi. Survei dunia Syncron terhadap 600 pemimpin industri jasa menunjukkan bahwa 9 dari 10 organisasi mengidentifikasi info operasional sebagai halangan utama dalam memonitor keahlian bisnis, sementara 42% menyatakan belum mempunyai teknologi nan memadai untuk mendukung pengambilan keputusan secara efektif.

Sejalan dengan itu, beragam laporan industri pada 2025 juga menunjukkan bahwa integrasi info dan visibilitas proses semakin menjadi aspek krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan.Di Indonesia sendiri, transformasi operasional lapangan tetap menunjukkan ruang pertumbuhan nan besar.

Berdasarkan Cisco AI Readiness Index, hanya sekitar 19% perusahaan di Indonesia nan dinilai mempunyai kesiapan teknologi nan memadai untuk mengangkat solusi digital secara optimal, sementara 81% lainnya tetap belum mempunyai fondasi sistem nan terintegrasi—termasuk dalam pengelolaan aktivitas operasional dan tenaga kerja lapangan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tetap terdapat kesempatan nan besar untuk mempercepat integrasi proses operasional agar perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, visibilitas, dan kualitas jasa secara berkelanjutan.Tanpa sistem nan mengintegrasikan penjadwalan pekerjaan, pemantauan aktivitas lapangan, pengelolaan aset, dan pelaporan secara real-time, proses operasional kerap berjuntai pada koordinasi manual nan meningkatkan akibat keterlambatan, beban kerja nan tidak merata, hingga menurunnya kualitas jasa kepada pelanggan.

PT Akar Inti Teknologi (AIT) dan PT Media Antar Nusa (Nusanet) menjalin kemitraan strategis untuk memperluas akses perusahaan di Indonesia terhadap solusi operasional lapangan nan lebih terintegrasi. Foto: Dok. Istimewa

Melihat kebutuhan tersebut, PT Akar Inti Teknologi (AIT) dan PT Media Antar Nusa (Nusanet) menjalin kemitraan strategis untuk memperluas akses perusahaan di Indonesia terhadap solusi operasional lapangan nan lebih terintegrasi.Melalui kerjasama ini, kedua perusahaan bakal memperkuat kapabilitas penerapan dan mengambil OpteraOne, platform nan mengintegrasikan pengelolaan tenaga kerja lapangan (Field Service Management/FSM) dan pengelolaan aset (Asset Management System/AMS) dalam satu ekosistem operasional.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola penjadwalan dan pengedaran pekerjaan secara lebih terstruktur, memantau aktivitas lapangan secara real-time, serta mengurangi proses administratif nan selama ini menjadi halangan produktivitas.

Michelle Suteja, selaku CEO AIT mengatakan, “Perusahaan saat ini menghadapi tantangan nan semakin kompleks dalam mengelola aktivitas operasional nan tersebar di banyak lokasi, dengan kebutuhan respons nan semakin sigap dan ekspektasi jasa nan terus meningkat. Di saat nan sama, banyak organisasi tetap menghadapi keterbatasan visibilitas dan integrasi info operasional.”

“Kemitraan ini dibangun dari kepercayaan bahwa transformasi operasional tidak hanya tentang digitalisasi proses, tetapi gimana perusahaan dapat mengambil keputusan nan lebih sigap dan lebih jeli melalui sistem nan terhubung. Melalui kerjasama dengan Nusanet, kami berambisi dapat memperluas akses terhadap pendekatan operasional nan lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” tambahnya

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri nan semakin menuntut kecepatan layanan, efisiensi biaya operasional, serta keahlian untuk mengoptimalkan info sebagai dasar pengambilan keputusan.

Ahmad Rais, VP Digital Business PT Media Antar Nusa, memandang kebutuhan pengguna saat ini tidak lagi berfokus pada kesiapan teknologi semata, tetapi pada keahlian untuk mengintegrasikan proses operasional secara end-to-end dan menghasilkan visibilitas nan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

"Melalui kemitraan ini, kami mau menghadirkan pendekatan nan lebih dekat dengan kebutuhan operasional di lapangan serta mendukung perusahaan dalam membangun proses kerja nan lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan," ujar Rais.

”Ke depan, kebutuhan terhadap sistem operasional nan lebih terhubung diperkirakan bakal terus meningkat seiring bertambahnya kompleksitas aktivitas lapangan dan tuntutan efisiensi di beragam sektor industri. Kemitraan antara AIT dan Nusanet diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung percepatan transformasi operasional berbasis info di Indonesia," tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan