Airlangga Sebut Bencana Bikin Ekonomi Kontraksi di Daerah Terdampak

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta -

Sederet musibah alam melanda Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari banjir bandang, gempa bumi, hingga erupsi gunung berapi di beberapa daerah. Belum lagi urusan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) juga belum selesai sepenuhnya penanganannya.

Lantas apakah deretan musibah ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tentu saja perlambatan ekonomi bisa terjadi di daerah-daerah nan terdampak musibah saja, tidak secara nasional.

Sejauh ini pemerintah tetap memonitor sebesar apa dampaknya dan apa saja nan bisa langsung diperbaiki untuk mempercepat pemulihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya pertama tentu di wilayah nan terdampak pasti terjadi kontraksi dan kami tetap monitor program-program apa nan terkena dan di beragam provinsi tersebut," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

Airlangga juga mengatakan pemerintah mulai memantau akibat erupsi beberapa gunung berapi terhadap aktivitas masyarakat nan berkurang.

"Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini terutama untuk aktivitas masyarakat nan sangat berkurang," ujar Airlangga.

Dari segi logistik, Airlangga juga mengatakan pasti ada akibat ekonomi dan kerugian nan terjadi apalagi ada beberapa airport besar nan mesti ditutup imbas abu vulkanik gunung berapi. Namun ketika ditanya berapa nominalnya, dia bilang pemerintah tetap menghitungnya.

"Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan lantaran sektor penerbangan kan juga ada kaitannya dengan kargo," ujar Airlangga.

"Sudah ada tapi kita monitor lantaran kita tetap monitor berapa lama ini kudu ditutup," katanya ketika ditanya apakah ada nominal kerugian.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedikit optimistis akibat bencana, khususnya akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tidak bakal memperlambat perekonomian.Namun, dia mengakui akibat musibah kemungkinan cukup besar di Sumatera nan terkena banjir bandang dan NTT nan terkena gempa.

"Belum (memicu perlambatan ekonomi). Harusnya sih nggak terlalu signifikan ya jika hanya beberapa hari. Kalau hanya beberapa hari musibah saja dan debunya kan nggak tebel-tebel banget kan ya? Kita lihat ke depan seperti apa," papar Purbaya di tempat nan sama.

"Kalau saya lihat secara kasar sih harusnya dampaknya nggak sebesar di Provinsi Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat kemarin alias di NTT kemarin ya," lanjutnya.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance