B50 Sudah Menyebar ke 6.050 SPBU, Tinggal 362 Masih Transisi

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan penyaluran biodiesel B50 terus meluas sejak mulai diterapkan pada 1 Juli 2026. Berdasarkan info Pertamina Patra Niaga, hingga pekan pertama September sudah sekitar 6.050 SPBU menyalurkan B50. Sementara 362 tetap dalam masa transisi dari B40 ke B50.

"Melihat jumlah SPBU di Indonesia menurut info dari Patra Niaga, ini sudah ada 94% dan nan sudah menyalurkan sekitar 6.050 lokasi, 362 tetap dalam masa transisi, jadi ini 90% sudah menyalurkan B50," ujar Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi RDP dengan Komisi XII DPR, Selasa (8/9/2026).

Eniya menambahkan, dari total 104 titik serah biodiesel, sebanyak 76 letak telah menyalurkan B50. Sementara 28 terminal lainnya tetap dalam masa transisi dari B40 ke B50.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk realisasi penyaluran biodiesel secara kumulatif hingga September 2026 telah mencapai 10,69 juta kiloliter (KL). Di mana, sebanyak 7,23 juta KL merupakan penyaluran B40 nan dilakukan sejak Januari hingga Juni 2026. Kemudian untuk B50 sejak penerapan pada Juli 2026, sudah mencapai sekitar 3,4 juta KL.

"Ini tetap tersisa, jadi penyalurannya kita prediksi hingga Desember kelak bakal bisa tersalurkan dengan baik," ungkapnya.

Eniya mengatakan saat ini pemerintah tetap memberikan masa relaksasi dalam proses peralihan dari B40 ke B50. Di mana badan upaya tetap diberikan kesempatan untuk menghabiskan stok B40 hingga 30 September 2026.

"Dapat kami sampaikan lagi, penerapan dari B50 ini penyelenggaraan uji sebetulnya tetap satu nan berlangsung, ialah kereta api. Kalau untuk nan lain, untuk sektor otomotif, sektor alsintan, sektor perangkat berat pertambangan, pikulan laut, dan pembangkit listrik alias genset telah selesai. Telah selesai dilakukan dan saat ini kami tetap menunggu beberapa hasil nan dari perkeretaapian. Jadi targetnya selesai di Desember 2026," katanya.

(hrp/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance