Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |15:29 WIB

Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kehadiran Exchange Traded Fund (ETF) Emas kian mengokohkan posisi Indonesia sebagai pusat investasi emas di kawasan, sekaligus mendongkrak daya saing nasional di tengah tingginya dinamika ketidakpastian ekonomi global.
Airlangga mengungkapkan, pemerintah terus berkomitmen memperkuat ekosistem investasi berbasis emas. Langkah strategis ini salah satunya diwujudkan lewat peluncuran ETF Emas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai instrumen finansial nan fundamental.
"Jadi ETF Emas juga menjadi perihal nan esensial nan diluncurkan oleh OJK. Dan ini tentu kita berambisi bahwa emas itu kita mulai dari hulu sampai hilir sebetulnya kuat," kata Airlangga di aktivitas Musyawarah Asosiasi Emiten Indonesia 2026, Selasa (11/8/2026).
Airlangga menekankan pentingnya pengembangan industri emas secara utuh, mulai dari penambangan di sektor hulu hingga pemanfaatan emas sebagai perhiasan dan media investasi masyarakat di sektor hilir.
Lebih lanjut, Airlangga membeberkan lonjakan signifikan pada persediaan emas nasional nan dikelola Pegadaian sejak awal peluncuran bank emas (bullion bank), ialah melesat dari 70 ton menjadi sekitar 153 ton emas.
Dengan volume 153 ton tersebut, nilai potensi investasi emas Indonesia ditaksir mencapai sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melampaui capaian ETF emas India nan berada di kisaran 17 miliar hingga 18 miliar dolar AS, serta mengungguli posisi Singapura pascapengembangan bullion bank.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·