Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2026 |13:18 WIB

Pemerintah meyakini beragam program stimulus nan disiapkan dapat mendorong aktivitas belanja. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis daya beli masyarakat bakal meningkat selama Ramadhan 2026. Pemerintah meyakini beragam program stimulus nan disiapkan dapat mendorong aktivitas belanja, meski masyarakat sempat cemas dengan kondisi ekonomi.
Airlangga menekankan bahwa kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi salah satu parameter bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian tetap terjaga.
“Kita lihat saja, ada kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen, dan pemerintah terus mendorong program shopping di Indonesia, termasuk program lain dengan potongan nilai nan cukup tinggi. Diharapkan daya beli juga bakal terdongkrak,” ujar Airlangga usai konvensi pers THR, Selasa (3/3/2026).
Terkait eskalasi bentrok di Timur Tengah nan melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Airlangga menyatakan pemerintah terus melakukan pemantauan ketat.
Meski situasi tersebut berpotensi memengaruhi nilai minyak bumi dan BBM, pemerintah belum menetapkan langkah drastis lantaran tetap menilai lama konflik.
“Geopolitik kita lihat saja. Ini perang baru beberapa hari, kita monitor berapa lama. Antisipasi tergantung dari situasi perang ini, apakah seperti di Ukraina nan lama alias perang singkat,” jelasnya.
Mengenai kelangsungan impor, terutama dari Amerika Serikat di tengah krisis, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia telah mempunyai agunan pasokan melalui kerja sama antarperusahaan (Business-to-Business).
“Sudah ada MoU Pertamina dengan beberapa perusahaan, dan itu tentu bisa dipenuhi. Kita tetap aman,” tegas Airlangga.
Untuk memastikan daya beli betul-betul terdongkrak, pemerintah menyiapkan “amunisi” fiskal besar melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) nan masif pada periode Lebaran 1447 H.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·