Polemik usher alias SPG di GIIAS 2026 direkam tanpa izin berbuntut panjang. Kini, laki-laki nan menjadikan seorang usher di GIIAS 2026 sebagai objek konten berjudul 'cara mendekati cewek' itu meminta maaf.
Dirangkum detikcom, Selasa (4/8/2026), unggahan konten 'cara mendekati cewek' oleh pembuat nan dikenal berjulukan Bryan Ebem itu viral di media sosial. Bahkan, konten Bryan Ebem itu disorot oleh Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, lantaran nan berkepentingan merekam usher di GIIAS 2026 tanpa izin.
"Tindakan merekam seseorang secara diam-diam (candid) tanpa consent (izin), apalagi dijadikan materi konten 'cara mendekati cewek' untuk kepentingan komersial alias ketenaran di media sosial, adalah perbuatan nan tidak beretika dan melanggar hukum," kata Habiburokhman kepada wartawan, Senin (3/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habiburokhman menegaskan pameran GIIAS kudu menjadi tempat kondusif bagi siapa pun. Khususnya, katanya, bagi mereka nan tengah menjalankan tugas secara profesional.
"Sebagai Ketua Komisi III DPR RI, saya menegaskan bahwa ruang publik-termasuk pameran otomotif seperti GIIAS-harus menjadi tempat nan kondusif dan nyaman bagi siapa saja, khususnya bagi para pekerja wanita (Usher/SPG) nan sedang menjalankan tugasnya secara profesional," ucapnya.
Habiburokhman menyebut korban perekaman tanpa persetujuan bisa menuntut pelaku perekam. Dasarnya adalah Pasal 12 dan 115 UU Hak Cipta.
"Berdasarkan norma positif di Indonesia, korban dapat menuntut si pelaku. Dasarnya antara lain pasal 12 dan 115 UU Hak Cipta," ujarnya.
"Memiliki dasar nan sangat kuat untuk menuntut pelaku ialah Pasal 12 dan 115 UU nan mengatur larangan memperbanyak alias mengumumkan potret wajah seseorang tanpa izin untuk kepentingan komersial ,Pasal 12 UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual nan mengatur tentang Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE) andaikan perekaman tersebut memuat corak pelecehan alias pemanfaatan tampilan tubuh secara elektronik tanpa persetujuan," tambahnya.
Tak hanya itu, Habiburokhman menyebut korban juga bisa menggunakan UU ITE nan mengatur mengenai pelanggaran kewenangan pribadi (privacy rights) dan penyerangan kehormatan di ruang digital. Habiburokhman mendorong korban SPG/Usher alias pihak manajemen/agensi untuk segera membikin laporan resmi.
"Saya mendorong dan menyarankan kepada korban (SPG/Usher) alias pihak manajemen/agensi untuk segera membikin laporan resmi ke Polres Tangerang Selatan (Tangsel) selaku pihak kepolisian nan mempunyai wilayah norma atas area tempat kejadian pameran GIIAS berlangsung," katanya.
Komisi III DPR, kata Habiburokhman, bakal mengawal abdi negara penegak norma memproses laporan ini secara tegas dan profesional. Hal itu krusial untuk memberikan pengaruh jera.
"Komisi III DPR RI bakal memastikan dan mengawal agar abdi negara penegak norma memproses laporan ini secara tegas, profesional, dan akuntabel. Hal ini krusial untuk memberikan pengaruh jera (deterrent effect) bagi para content creator agar tidak lagi mengorbankan privasi dan martabat orang lain demi sebuah konten," tuturnya.
Bryan Ebem Minta Maaf
Warganet ramai membahas soal video nan menjadikan usher di GIIAS 2026 sebagai objek konten berjudul 'cara mendekati cewek'. Pria perekam dan kreator konten video tersebut meminta maaf.
"Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Brian, saya mau meminta maaf atas semua kesalahan nan timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak nan merasa dirugikan," kata Brian lewat akun IG @ebemartono, Senin (3/8).
Dia mengatakan bakal lebih hati-hati lagi dalam mengunggah video konten nan dibuatnya. Dia menyatakan dirinya bersalah dan memberikan klarifikasi.
"Jadi, awal bikin video itu gini. Awal tuh iseng. Awal suka kenalan sama orang, iseng-iseng aja. Kenalan sama bule, kenalan sama cewek, kenalan sama om-om," ucapnya.
Dia merasa video nan dibuatnya memberikan inspirasi bagi individual introvert untuk lebih percaya diri. Dia mengaku tak punya niat negatif dalam konten-konten video nan dibuatnya.
"Segala tuduhan nan timbul mungkin sudah di ranah personal, mungkin ada accusation nan muncul. Lagi-lagi saya minta maaf dan saya tidak membenarkan. Ke depannya saya bakal membenahi diri dan meluruskan semua nan terjadi," ucapnya.
(fas/lir)
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·