Airlangga Buka Suara Soal Kebakaran Hutan Kalimantan

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan perlunya penanggulangan terhadap musibah kebakaran rimba di Kalimantan. Pasalnya, musibah ini berisiko mempengaruhi kehidupan dan perekonomian masyarakat setempat.

"Dampak perekonomian di wilayah tersebut ya, lantaran aktivitas ekonomi kan terganggu. Plus ya perlu ada penanggulangan terhadap Karhutla tersebut," ujar Airlangga saat ditemui pewarta di kantornya, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Adapun, Airlangga memandang Karhulta ini dipicu oleh pengaruh El-Nino.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab kemunculan titik-titik karhutla.

Titik karhutla terjadi salah satunya lantaran kondisi suasana nan begitu kering pengaruh dari El Niño. Kondisi suasana kering ini lantas membikin lahan mudah dibakar dan menimbulkan banyak asap.

"Kondisi suasana kering menjadi kondisi, membikin lahan dibakar dan banyak asap," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dikutip dari Detikcom.

Ardhasena juga menjelaskan hasil monitoring per Agustus 2026. Dalam monitoring tersebut, El Niño dalam intensitas nan sangat kuat.

"Hasil monitoring pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.457 (Juli: +0.242). Sementara itu, nilai SSTA di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2.77 (Juli: +2.20), nan menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat," jelasnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa Satuan Tugas (Satgas) penanganan karhutla, baik tim darat maupun udara, terus berupaya memadamkan api di sejumlah provinsi terdampak.

"Namun demikian, sampai sekarang belum ada penutupan airport akibat karhutla tersebut," ujar Berton dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia.

Seperti diketahui, pulau Kalimantan dipenuhi tanda lingkaran merah di aplikasi Google Maps. Titik merah dengan keterangan severe fire (kebakaran parah) tersebut tampak tersebar di beragam wilayah Kalimantan, paling padat di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia pada Kamis (20/8/2026), titik merah tersebut tersebar luas di seluruh wilayah Kalimantan, mulai dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Selatan.

Karhutla sendiri bukan rumor baru di Indonesia. Rekam sejarah mencatat musibah ekologis ini telah berulang kali menghantam wilayah Sumatra dan Kalimantan, memicu kerugian ekonomi berbobot dahsyat hingga krisis kesehatan lintas negara.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News