Jakarta -
Ketua Harian PSI Ahmad Ali berbincang soal rencana penyematan jaket PSI kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ahmad Ali menganggap Jokowi sekarang pun sudah dianggap sebagai bagian dari PSI.
"Penjaketan alias apapun namanya itu, itu kan satu corak seremonial kan. Tapi sebenarnya jika kemudian kita ikutin rangkaian runutan pernyataan Pak Jokowi tentang PSI, saya pikir itu adalah satu corak pernyataan nan harusnya bisa dimaknai tentang apakah Pak Jokowi itu PSI alias bukan," kata Ahmad Ali saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kongres di Solo, dia tegas. Dia pertegas lagi di rakernas Makassar bulan Mei kemarin, bakal turun ke kecamatan-kecamatan untuk membantu PSI. Artinya, artinya secara tersirat kan dia sudah.. sesungguhnya dia adalah.. menurut saya hari ini dia adalah PSI," tambahnya.
Dia menyebut Jokowi bakal memulai safari politiknya pada bulan ini. Wilayah nan bakal didatangi ialah Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat.
"Kalau nan menangani persoalan itu, para relawan kan. Bulan Juni ini sudah bakal berjamu di beberapa daerah," ujarnya.
Kemudian, Ahmad Ali berbincang soal pihak-pihak nan kerap mencibir rencana safari politik Jokowi. Dia menyebut agenda tersebut wajar saja dilakukan oleh tokoh bangsa.
"Memaknai perjalanan safari Pak Jokowi ini sama halnya dengan perjalanan Ibu Mega, Pak SBY, Pak Ahmad Ali. Karena perihal nan biasa dalam bumi perpolitikan toh," katanya.
"Yang masalahnya memang kemudian hari ini digoreng oleh orang tertentu. Menjadi sesuatu perihal nan aneh, nan tidak layak untuk dilakukan oleh orang Jokowi, seperti itu kan?" tambahnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan partainya bakal segera melakukan penyematan jaket PSI kepada Jokowi sebagai tanda resminya menjadi Ketua Dewan Pembina. Bestari mengatakan penyematan jaket itu juga menjadi penanda Jokowi tak lagi berbareng PDIP.
Bestari mengatakan penyematan jaket bakal dilakukan Ketum PSI Kaesang Pangarep. Namun Bestari belum memastikan kapan tepatnya penyematan jaket tersebut.
"Ya, bisa seperti itu (sebelum keliling), bisa mengalir. nan paling krusial adalah bahwa menjadi permakluman publik Pak Jokowi itu bukan sekadar kata-kata saja," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).
"Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah berbareng PSI dan tidak lagi berbareng PDI," sambungnya.
(azh/dhn)
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·