Tangguh Yudha
, Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |15:39 WIB

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyoroti sejumlah tantangan nan berpotensi menekan pasar modal Indonesia. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyoroti sejumlah tantangan nan berpotensi menekan pasar modal Indonesia, mulai dari memanasnya kondisi geopolitik global, gejolak pasar finansial akibat unwinding yen, hingga ancaman El Nino nan dapat memicu kenaikan nilai pangan dan daya global.
Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pelaku pasar modal dan perusahaan tercatat lantaran gejolak dunia dapat berakibat langsung terhadap pasar keuangan.
"Coba bayangkan panasnya geopolitik, dua minggu terakhir adanya unwinding dari yen, dan mulai bulan ini dan ke depan adanya El Nino major," kata Armand dalam Musyawarah Anggota AEI 2026, Selasa (11/8/2026).
Kemudian, andaikan El Nino betul-betul menyebabkan musim tandus panjang dan suhu nan ekstrem, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi nilai pangan dan daya secara global. Dampaknya pada akhirnya dapat merembet ke pasar modal.
"Kalau memang betul ini musim tandus panjang, panas nan teramat, bisa di-impact ke dunia food price, dunia short-term, short-term loss, dan pangan, energi, semuanya, berasas persamaan, bisa tentunya ada pengaruh ke pasar modal itu sendiri secara global," lanjut Armand.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·