Ada yang Tolak Jalur Sepeda Dihapus, Ini Respons Pemprov DKI

Sedang Trending 23 jam yang lalu
Jakarta -

Sejumlah penduduk tidak sepakat jika nantinya jalur sepeda di Jakarta dihapus. Pemprov DKI Jakarta siap mencari solusi terbaik.

"Pemprov DKI berkomitmen mencari solusi terbaik nan memperhatikan kepentingan semua pihak. Keputusan nan diambil kelak bakal mempertimbangkan keselamatan pesepeda, efektivitas pemanfaatan ruang jalan, serta kondisi riil di lapangan," ujar Stafsus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemprov, jelas Chico, tidak mau ada pihak nan merasa dikesampingkan. Saat ini Pemprov DKI Jakarta tetap dalam proses pertimbangan terhadap akomodasi jalur sepeda.

"Gubernur Pramono Anung belum mengambil keputusan final. Beliau menyampaikan bakal segera memutuskan setelah mempertimbangkan seluruh masukan nan masuk, baik dari organisasi pesepeda maupun dari masyarakat secara lebih luas," kata Chico.

Chico mengatakan pihaknya sangat menghargai dan menampung semua aspirasi, termasuk dari penduduk nan menolak wacana penghapusan jalur sepeda. "Evaluasi ini dilakukan justru lantaran ada perbedaan pandangan di masyarakat. Di satu sisi ada organisasi pesepeda nan meminta jalur tetap dipertahankan. Di sisi lain, ada masukan publik nan menilai banyak jalur sepeda justru lebih sering digunakan kendaraan bermotor, kurang terawat, alias terputus," lanjutnya.

Sebelumnya, sejumlah penduduk Jakarta tidak setuju jika jalur sepeda dihapus. Kiki Muharram, penduduk Jakarta Selatan, mengatakan kudu ada solusi lain jika mau mengurai kemacetan di Jakarta.

"Nggak setuju. Cari solusi lain, jangan jalur sepeda dikorbankan gitu ya," kata Kiki saat ditemui detikcom di area Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2026).

Reza, penduduk Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menilai jalur sepeda perlu dipertahankan. Namun, dia berpandangan pembatas jalur sepeda dapat dihilangkan agar elastis digunakan pengendara sepeda motor alias mobil saat kondisi sepi.

"Misal nggak dihapus juga, tetap ada, ya pengendara motor juga tetap bisa (lewat). Paling banyak (pesepeda) weekend gitu, ya. Kayak gini, jika hari libur. Kalau olahraga sih jarang, sedikit, nggak begitu banyak. Kalau barrier-nya nggak ngaruh, hapus ajalah, nggak apa-apa," katanya.

Pramono mengaku berhati-hati dalam memutuskan nasib jalur sepeda di Jakarta. Hal ini menyusul adanya usulan agar jalur sepeda ditutup lantaran dinilai lebih banyak digunakan pengendara motor.

Pramono mengatakan saat ini terdapat dua pandangan mengenai keberadaan jalur sepeda. Komunitas pesepeda, salah satunya Bike to Work, meminta jalur tersebut tetap dipertahankan. Sementara itu, sebagian masyarakat menilai jalur sepeda justru banyak digunakan oleh pengendara motor.

"Saya bakal segera memutuskan untuk perihal tersebut. Memang ada usulan, jika usulannya dari organisasi sepeda, salah satunya Bike to Work, mereka sebenarnya meminta itu dipertahankan. Tapi usulan dari masyarakat, dari publik, merasa bahwa jalur itu lebih banyak digunakan seperti nan Anda sampaikan, menggunakan motor," kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

(isa/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News