Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengakui bahwa meski industri telah membuka banyak kesempatan kerja, belum seluruh posisi dapat diisi oleh tenaga kerja asal Maluku Utara.
Menurut dia, saat ini, sebagian kebutuhan tenaga kerja di area industri tetap dipenuhi oleh pekerja dari beragam wilayah di Indonesia. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci agar semakin banyak putra wilayah mengisi posisi strategis di industri pengolahan.
"Itu menjadi PR kami untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia putera-puteri Maluku Utara sehingga lebih banyak lagi SDM Maluku Utara nan terserap. Karena saat ini tetap dari beragam Indonesia nan bekerja di IWIP Halmahera Tengah ini," kata dia kepada CNBC Indonesia, Jumat (12/6/2026).
Adapun, guna menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara sekarang memfokuskan pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik sebagai salah satu strategi utama menyiapkan tenaga kerja lokal nan siap masuk ke bumi industri.
Selain itu, Pemprov Maluku Utara juga tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia untuk mempersiapkan pengembangan politeknik serta membuka program studi baru nan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Pemerintah wilayah juga menggandeng kementerian mengenai dan pelaku industri untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan bumi kerja.
"Sehingga tidak semua kudu menunggu lulus S1 untuk bisa bekerja, tapi ada skill-skill nan sudah bisa didapat melalui sekolah vokasi dan kemudian mereka sudah siap untuk bekerja setelah lulus SMK. Itu PR nan sedang kita persiapkan," kata dia.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·