Jakarta -
Seorang anak buah kapal (ABK) menjadi korban sindikat tenaga kerja terlarangan kapal tangkap ikan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Korban bisa dipulangkan ke kampungnya di Lampung Selatan setelah tiga tahun bekerja tanpa diberi upah.
Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Puji Sukamtodi Kalianda, mengatakan korban tersebut berjulukan Ismi Ali (40), penduduk Desa Bulok, Kecamatan Kalianda. Korban mengalami stroke dan indikasi depresi saat berada di salah satu rumah penduduk di Timika.
"Alhamdulillah, kondisi kesehatan Ismi telah membaik setelah mendapatkan perawatan nan dibantu para relawan sosial Kabupaten Mimika. Hari ini Ismi dipulangkan. Ia berangkat dari Mimika pukul 10.00 WIT dan bakal tiba di Lampung sekitar pukul 20.00 WIB," kata Puji, dilansir Antara, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan proses pemulangan Ismi telah dilakukan, termasuk pemenuhan seluruh persyaratan kepantasan terbang. Diperkirakan, Ismi bakal tiba di Bandara Raden Intan Lampung pada Rabu (15/4), sekitar pukul 20.00 WIB.
Puji mengatakan Ismi menjadi korban makelar tenaga kerja kapal dan dijanjikan bayaran besar melalui media sosial. Namun, pada kenyataannya, selama tiga tahun bekerja Ismi tidak pernah menerima penghasilan sepeser pun dari pihak kapal.
"Ismi sudah bekerja selama tiga tahun dan belum pernah menerima upah. Alat komunikasinya juga diambil oleh pihak makelar nan mengantarkannya ke Jakarta," ujarnya.
Karena tidak bisa lagi memperkuat dalam jerat kerja paksa di kapal tangkap ikan di perairan Papua, Ismi nekat melarikan diri dari kapal dan berlindung di Timika.
"Kejadian ini menjadi pengingat bahwa masyarakat kudu lebih berhati-hati dalam menerima informasi, khususnya mengenai lowongan pekerjaan, serta tidak mudah percaya pada janji alias iming-iming nan tidak masuk akal," tuturnya.
Kejadian tersebut bermulai setelah pihaknya menerima laporan tentang adanya peristiwa itu. Setelah itu Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan langsung melakukan koordinasi lintas wilayah untuk memastikan keberadaan serta kondisi kesehatan Ismi.
"Berdasarkan info nan diperoleh, melalui koordinasi tersebut, relawan sosial dari Kabupaten Mimika kemudian menjemput dan merawat Ismi di rumah sakit setempat. Setelah kondisinya dinyatakan memungkinkan untuk melakukan perjalanan, para relawan segera mengurus proses pemulangan," pungkasnya.
(wnv/zap)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·