Sudaryono menegaskan bahwa SLHS bukanlah syarat manajemen semata, tapi jadi syarat mutlak. Sehingga dapur nan dinyatakan tidak layak, maka bakal ditutup sepenuhnya.
"Manakala dapur itu kemudian tidak layak, ya memang nol. Kalau layak, satu. Jadi jika mau sebagus apa pun rupanya secara higiene dan sanitasinya itu kemudian tidak layak, maka kudu disuspen permanen, kami tutup dapurnya secara permanen," tegasnya.
Namun, kata Sudaryono, BGN tak menutup mata jika terdapat beberapa mitra nan mengalami kesulitan dalam mengurus SLHS, baik lantaran perbedaan penanganan maupun respons Dinas Kesehatan masing-masing kabupaten/kota.
Karena itu, Sudaryono mengatakan bahwa BGN saat ini terbuka bagi para mitra SPPG nan mau melakukan pengaduan lantaran merasa dipersulit, diperlambat, alias mungkin dipingpong oleh Dinas Kesehatan daerahnya.
"Nah, silakan ini menjadi bagian dari silakan di mengadu kepada kami, berkirim surat kepada kami, alias minta dinasnya bersurat misalnya, sehingga tanggal 10 bulan ini kami kemudian bisa kami putuskan. Artinya kami beri tenggat waktu tanggal 10 Agustus, kemudian kami cek satu-satu permasalahannya ada di mana," terang Sudaryono.
"Kami juga menyadari bahwa tanggungjawab SLHS ini secara tegas kami berlakukan, dan ini berkapak pada tiba-tiba dinas itu tiba-tiba sibuk. Karena ada puluhan dapur nan tidak ngurus SLHS, tiba-tiba ngurus, dan kudu cepat-cepat jadi. Jadi kami juga berupaya untuk memahami itu," sambungnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·