Jakarta, CNBC Indonesia - Timur Tengah kembali memanas. Hal ini terjadi usai Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara terbaru ke wilayah Iran, khususnya wilayah selatan, Selasa malam waktu setempat alias Rabu (10/6/2026) awal hari.
Militer AS mengatakan serangan terhadap Iran sebagai jawaban atas jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat di Selat Hormuz. Sebelumnya Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia menginginkan tanggapan "sangat kuat" atas penembakan helikopter Amerika oleh Iran.
"Ini adalah tanggapan atas apa nan mereka lakukan... dengan helikopter kita tadi malam, dan saya percaya tanggapannya kudu sangat kuat, sangat dahsyat, dan itulah nan bakal terjadi," kata Trump kepada ABC News.
Dalam pernyataannya, pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan "serangan proporsional" telah diluncurkan. Militer menyebut serangan itu corak "pertahanan diri".
"Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran, pada pukul 17.00 waktu setempat hari ini atas pengarahan Panglima Tertinggi, sebagai respons terhadap jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin," kata CENTCOM dalam sebuah postingan di X.
"Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran nan tidak dapat dibenarkan," tambahnya.
Lalu gimana updatenya? Berikut sembilan pembaruan dikutip CNBC Indonesia dari beragam sumber:
1.AS Target 20 Target di Iran
Militer AS menghantam nyaris 20 sasaran dalam serangannya terhadap Iran. Hal ini dikatakan seorang pejabat AS kepada CBS News.
"Target tersebut termasuk pertahanan udara Iran, situs radar, dan stasiun kendali darat," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
2.Iran Balas Dendam ke 3 Negara Arab
Iran melancarkan serangan drone nan menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain serta Yordania.
Kantor buletin IRIB melaporkan di Telegram bahwa angkatan laut Iran melancarkan serangan drone nan menargetkan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta Pangkalan Militer F-35 AS di Yordania.
3.Sirine Mengaung di Bahrain
Sementara itu, sirine peringatan serangan udara dikeluarkan Bahrain. Kementerian pertahanan meminta semua penduduk diimbau tetap tenang dan menuju tempat kondusif terdekat.
4.Serangan ke Kuwait
Militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya sedang menyerang "target udara musuh". Staf Umum Angkatan Darat mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Kuwait menyerang sasaran udara musuh sesuai dengan prosedur operasional nan telah ditetapkan.
5.Yordania Tembak Jatuh 5 Rudal Iran
Militer Yordania mengatakan mereka menembak jatuh lima rudal nan diluncurkan dari Iran. Sebelumnya dikabarkan gimana Iran menyerang negara itu menyasar markas jet tempur AS, F-35.
"Kami mencegat dan menembak jatuh lima rudal nan diluncurkan dari Iran menuju Azraq. Pencegatan tersebut mengakibatkan puing-puing berjatuhan, tetapi tidak ada korban jiwa alias kerusakan material," kata Angkatan Bersenjata Yordania dalam sebuah pernyataan.
6.Situasi Terkini Iran
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengabarkan situasi terkini Iran. Laman itu mengatakan serangan di sepanjang pantai selatan Iran dekat Selat Hormuz telah berhenti.
"Situasi sekarang dilaporkan tenang," kata IRIB di Telegram.
7.Teheran Peringatkan Negara Arab
Sementara itu, Kementerian Luar negeri Iran memperingatkan bahwa negara-negara tetangganya di Arab mempunyai "tanggung jawab norma dan moral". Terutama untuk mencegah serangan Amerika dan Israel.
"Menegaskan kembali tanggung jawab norma dan moral semua negara di area (terutama nan terletak di sepanjang pantai selatan Teluk Persia) untuk mencegah militer AS dan Israel menggunakan wilayah alias akomodasi mereka untuk merencanakan, mengatur, melaksanakan, alias mendukung tindakan permusuhan terhadap Iran," ujarnya.
8.Reaksi China
China bereaksi atas eskalasi AS dan Iran. China mendesak agar tidak terjadi eskalasi lain.
"Berbagai pihak mengenai kudu tetap tenang dan menahan diri, berakhir mengintensifkan bentrok dan meningkatkan situasi, mengambil langkah-langkah konkret untuk meredakan dan mendinginkan ketegangan," kata ahli bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konvensi pers.
9.Respons Rusia
Rusia pmendesak "pengekangan" dalam perang Iran setelah AS dan Iran kembali saling serang. Negeri Presiden Vladimir Putin mengatakan pihaknya sangat prihatin seraya mengecam AS menyebut serangan terbarunya agresi.
"Kami sangat prihatin tentang babak baru konfrontasi bersenjata AS-Iran, nan dimulai dengan agresi AS-Israel nan tidak berdasar terhadap Republik Islam Iran," kata ahli bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova kepada wartawan.
"Kami menyerukan kepada kedua belah pihak untuk menahan diri dan segera menghentikan serangan militer," ujarnya.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·