9 Perkembangan Baru AS-Iran, Mojtaba Khamenei Muncul-Netanyahu Nyerah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Sejumlah perkembangan terjadi di perang Amerika Serikat (AS) dan Iran, Kamis hingga Jumat (10/4/2026). Mulai dari dimulainya pembicaraan gencatan senjata Washington dan Teheran di Islamabad, Pakistan hingga "menyerahnya" Israel terhadap Lebanon.

Berikut rangkumannya dari beberapa sumber dimuat CNBC Indonesia:

1.Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Muncul 

Pemimpin tertinggi Iran nan baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan dalam pesan tertulis terbarunya bahwa Republik Islam tidak menginginkan perang dengan AS dan Israel. Tetapi negeri itu bakal melindungi hak-haknya sebagai sebuah bangsa, demikian dilaporkan televisi pemerintah.

"Kami tidak bakal melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun, dan dalam perihal ini, kami menganggap seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan," tambahnya, nan tampaknya merujuk pada Lebanon di mana Israel bertempur dengan sekutu Teheran, Hizbullah.

Sebenarnya Khamenei tetap belum terlihat di depan umum sejak diangkat untuk menggantikan ayahnya, nan tewas dalam gelombang serangan awal pada 28 Februari. Namun foto-foto bakal dirinya kerap dibagikan media television Iran.

2.Trump Kembali "Nyinyir" ke Iran soal Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump menuduh Iran melakukan "pekerjaan nan sangat buruk" dalam mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz. Bahkan, ujarnya, melanggar ketentuan perjanjian gencatan senjata dua minggu mereka.

"Iran melakukan pekerjaan nan sangat buruk, tidak terhormat menurut sebagian orang, dalam mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz," kata Trump di platform Truth Social miliknya.

"Itu bukan perjanjian nan kita miliki!"

3.Trump Tolak Mentah-Mentah Fee Selat Hormuz dari Iran

Trump juga memperingatkan Iran agar tidak mengenakan tol untuk kapal nan melewati Selat Hormuz. Sebelumnya Iran mewacanakan memungut US$ 2 juta per tanker minyak, dan memadukannya dalam 10 syarat perdamaian dengan AS.

"Ada laporan bahwa Iran mengenakan biaya kepada kapal tanker nan melewati Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukannya dan, jika mereka melakukannya, sebaiknya mereka berakhir sekarang!" kata Trump di platform Truth Social miliknya lagi.

"Dengan sangat cepat, Anda bakal memandang minyak mulai mengalir, dengan alias tanpa support Iran," ujar Trump.

3.Israel Perintahkan Evakuasi Beirut

Militer Israel memperingatkan masyarakat pinggiran selatan Beirut, nan sejak lama menjadi tembok golongan militan Lebanon Hizbullah, untuk mengevakuasi diri. Ini mengenai serangan nan bakal segera terjadi lagi, di tengah pembicaraan gencatan senjata AS-Iran, nan memasukkan klausul perdamaian Lebanon di dalamnya.

Pengumuman itu datang sehari setelah Israel melakukan gelombang serangan terbesar sejak dimulainya perang dengan Hizbullah pada 2 Maret, menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang. Serangan tersebut memuat kecaman bumi ke Israel lantaran menakut-nakuti gencatan senjata.

4.WHO Kecam Israel

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Israel untuk membatalkan serangan ke Lebanon dan perintah evakuasi. WHO mengatakan bahwa distrik nan bakal menjadi targetnya adalah rumah bagi dua rumah sakit.

5.Trump Bicara ke Inggris soal 'Rencana Praktis' Selat Hormuz

Perdana Menteri Inggris (PM) Keir Starmer dan Trump menyerukan "rencana praktis" untuk kembali membuka jalur pelayaran melalui Selat Hormuz setelah gencatan senjata AS-Iran. Kedua pemimpin "sepakat bahwa sekarang ada gencatan senjata dan kesepakatan untuk membuka Selat, kita berada pada tahap selanjutnya untuk menemukan solusi".

"Para pemimpin membahas perlunya rencana praktis untuk kembali membuka jalur pelayaran secepat mungkin, dan sepakat untuk berbincang lagi," tulis Downing Street.

6.Israel Bertemu Lebanon Minggu Depan

Israel dan Lebanon dilaporkan bakal mengadakan pembicaraan minggu depan di Washington. Ini setelah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu memerintahkan pembicaraan langsung, kata seorang pejabat AS pada hari Kamis.

Negosiasi bakal segera dilakukan setelah AS dan Iran dijadwalkan untuk memulai pembicaraan di Pakistan. Israel sebelumnya menyatakan bahwa invasi ke Lebanon, nan menargetkan Hizbullah nan didukung Iran, tidak terpengaruh oleh gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.

7.Netanyahu "Nyerah" Perintahkan Kabinet Bicara dengan Lebanon

Pengumuman Netanyahu memerintahkan kabinetnya untuk membuka pembicaraan langsung dengan Lebanon menjadi kejutan tersendiri. Laporan menyebut dia meminta perbincangan untuk melucuti senjata golongan militan Hizbullah nan didukung Iran dan membangun "hubungan damai" antara kedua negara.

"Mengingat permintaan berulang Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya menginstruksikan kabinet kemarin untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon sesegera mungkin," tulis kantornya dalam sebuah pernyataan.

8.Netanyahu Ancam Hizbullah

Meski demikian, sebelumnya, Netanyahu mengatakan Israel bakal terus menyerang Hizbullah "di mana pun diperlukan". "Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan, ketepatan, dan tekad," kata perdana menteri di akun X pribadinya.

Sementara itu, seorang personil parlemen Hizbullah menegaskan kembali penolakan kelompoknya terhadap negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel. Belum diketahui apakah pembicaraan dengan Lebanon membujuk Hizbullah.

9.Penghormatan untuk Ayatollah Khamenei

Ribuan penduduk Iran berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, nan tewas pada hari pertama perang. Sambil memegang potret pemimpin mereka nan telah meninggal dan mengibarkan bendera Republik Islam, para pendukung Khamenei ikut serta dalam demonstrasi di seluruh negeri setelah dia meninggal dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News