8 Orang Meninggal dan Belasan Hilang usai Kapal Feri Filo Jet Tenggelam di Siprus Utara

Sedang Trending 1 jam yang lalu
8 Orang Meninggal dan Belasan Hilang usai Kapal Feri Filo Jet Tenggelam di Siprus Utara Sebuah kapal feri berpenumpang 267 orang tenggelam di lepas pantai Siprus Utara akibat dihantam gelombang tinggi. Delapan korban tewas dan belasan tetap dicari.(AFP)

KECELAKAAN maut terjadi di lepas pantai Siprus Utara setelah sebuah kapal feri penumpang diterjang gelombang tinggi hingga tenggelam. Pimpinan manajemen Turki di Siprus Utara, Ünal Üstel, mengonfirmasi sedikitnya delapan orang tewas dan lebih dari belasan penumpang lainnya tetap dinyatakan lenyap dalam kejadian tersebut.

Kapal feri swasta berjulukan Filo Jet tersebut mengangkut total 259 penumpang dan delapan awak kapal. Kapal bertolak dari kota pesisir Kyrenia sekitar pukul 12.30 waktu setempat (09.30 GMT). Seharusnya, kapal berlayar menuju Turki pada hari Sabtu, namun keberangkatannya sempat tertunda akibat cuaca buruk.

Üstel menjelaskan kepada media Turki, TRT, bahwa kapal terbalik setelah dihantam dua gelombang besar secara beruntun. Ketika kapten kapal berupaya mengendalikan kemudi usai diterjang gelombang pertama, gelombang kedua mendadak menghantam hingga air mulai masuk dan membanjiri isi kapal. Pada Minggu malam, Menteri Transportasi Republik Turki Siprus Utara (TRNC), Erhan Arikli, mengonfirmasi bahwa kapal sepanjang 40 meter dan lebar 10 meter tersebut telah tenggelam sepenuhnya.

Operasi pencarian dan pengamanan skala besar langsung digelar dengan melibatkan otoritas Turki. Helikopter dan kapal penjaga pantai dikerahkan ke titik letak kecelakaan, sementara armada ambulans disiagakan di tepi pantai untuk mengevakuasi para korban. Arikli menyebut sekitar 100 penumpang sukses dievakuasi ke daratan.

Di tengah proses evakuasi, tindakan pengamanan heroik dilakukan oleh penduduk lokal berjulukan Mustafa Koc. Menggunakan kapal miliknya, Koc sukses menyelamatkan sekitar 65 orang. Ia menilai pelayaran tersebut sangat berisiko mengingat kondisi perairan nan sedang tidak bersahabat.

"Itu tidak kondusif bagi mereka. Laut cukup berombak. Orang-orang meninggal. Ini tidak benar," ujar Koc kepada BBC. Ia juga menambahkan bahwa kapal tersebut telah tiba di Kyrenia sejak Sabtu dan "mengalami beberapa kerusakan di bagian depan."

Menanggapi tragedi ini, Üstel menegaskan penyelidikan menyeluruh sedang berjalan. Kapten kapal beserta tujuh awaknya telah ditahan oleh pihak berkuasa untuk mengusut penyebab pasti kecelakaan.

"Prioritas saat ini adalah nyawa manusia. Bahkan kelalaian sekecil apa pun bakal diungkap. Tidak ada seorang pun nan bakal diluputkan, terlepas dari siapa mereka, nan ditemukan bersalah alias bertanggung jawab," tegas Üstel melalui media sosial.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada masyarakat Siprus Utara. Ia memastikan proses pencarian korban lenyap bakal terus melangkah tanpa henti. Di sisi lain, Filo Denizcilik selaku perusahaan pengelola kapal menyatakan "sangat bersungkawa atas kecelakaan tragis ini" dan telah membuka saluran hotline unik bagi family penumpang.

Hingga saat ini, kebangsaan para korban serta kondisi pasti dari penumpang nan terluka tetap belum dapat dipastikan. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia