Berikut Bahaya Sering Mencabut Bulu Hidung(magnific)
BULU hidung adalah rambut-rambut mini nan tumbuh di dalam rongga hidung. Bulu ini merupakan bagian dari sistem pertahanan alami tubuh nan berfaedah menyaring udara sebelum masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru.
Sering mencabut bulu hidung dapat menyebabkan iritasi, mimisan, infeksi, hingga berkurangnya kegunaan alami hidung dalam menyaring udara.
1. Menyebabkan Iritasi pada Hidung
Mencabut bulu hidung dapat melukai kulit sensitif di dalam rongga hidung sehingga menimbulkan rasa perih, kemerahan, alias iritasi.
2. Meningkatkan Risiko Infeksi
Folikel bulu nan tercabut dapat meninggalkan luka mini nan menjadi pintu masuk bagi kuman dan kuman.
3. Menimbulkan Folikulitis
Folikulitis adalah peradangan alias jangkitan pada folikel rambut nan dapat menyebabkan benjolan merah, nyeri, alias berisi nanah.
4. Mimisan
Mencabut bulu hidung dapat merusak pembuluh darah mini di dalam hidung sehingga meningkatkan akibat mimisan.
5. Mengurangi Fungsi Penyaringan Udara
Bulu hidung berfaedah menyaring partikel asing dari udara. Jika terlalu banyak dicabut, keahlian penyaringan ini dapat berkurang.
6. Mempermudah Masuknya Debu dan Alergen
Tanpa bulu hidung nan cukup, debu, serbuk sari, dan partikel lain lebih mudah masuk ke saluran pernapasan.
7. Menimbulkan Rambut Tumbuh ke Dalam
Dalam beberapa kasus, bulu nan tumbuh kembali dapat tumbuh ke dalam kulit dan menyebabkan benjolan alias peradangan.
8. Meningkatkan Risiko Infeksi nan Lebih Serius
Area hidung mempunyai banyak pembuluh darah. Infeksi nan terjadi di dalam hidung dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya sehingga memerlukan penanganan medis.
Jika bulu hidung terasa mengganggu, lebih baik dipangkas dengan perangkat nan kondusif daripada dicabut hingga ke akarnya. (Z-4)
Sumber: alodokter, hellosehat
English (US) ·
Indonesian (ID) ·