Ilustrasi(magnifik)
Musim pancaroba merupakan masa peralihan dari satu musim ke musim lainnya, seperti dari musim tandus menuju musim penghujan alias sebaliknya. Periode ini biasanya ditandai dengan cuaca nan tidak menentu, mulai dari angin nan berembus kencang hingga hujan dengan intensitas relatif tinggi.
Perubahan suhu dan kelembapan nan terjadi secara sigap membikin tubuh kudu beradaptasi dengan kondisi lingkungan nan berubah. Pada kondisi tertentu, perihal ini dapat membikin tubuh lebih rentan terhadap beragam penyakit.
Lingkungan nan lembap juga dapat mendukung perkembangan virus dan bakteri. Kondisi tersebut membikin sejumlah gangguan kesehatan lebih mudah muncul, mulai dari flu, batuk, dan demam hingga gangguan pencernaan.
Karena itu, menjaga kondisi tubuh tetap fit selama musim pancaroba menjadi krusial agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
7 Vitamin dan Mineral untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh
1. Vitamin A
Vitamin A berkedudukan dalam menjaga penglihatan dan pertumbuhan. Nutrisi ini juga dibutuhkan untuk menjaga jaringan epitel nan menjadi salah satu penghalang tubuh terhadap patogen serta mendukung kegunaan sel-sel dalam sistem imun bawaan. Sumber vitamin A antara lain produk susu, telur, ikan, jeroan, sayuran berdaun hijau, serta buah dan sayuran berwarna kuning alias oranye.
2. Vitamin C
Vitamin C berkedudukan dalam kegunaan sistem imun bawaan dan adaptif. Nutrisi ini juga mempunyai sifat antioksidan, antimikroba, antivirus dan membantu menjaga jaringan epitel. Vitamin C dapat diperoleh dari beragam buah dan sayuran, seperti jeruk, tomat, paprika, kiwi, brokoli, stroberi, dan melon.
3. Zinc (Seng)
Seng dibutuhkan dalam beragam proses tubuh, termasuk kerja sistem imun bawaan dan adaptif. Mineral ini juga membantu menjaga integritas jaringan nan menjadi penghalang tubuh, termasuk epitel saluran pernapasan. Sumber seng antara lain tiram, kepiting, daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk susu.
4. Selenium
Selenium merupakan mineral nan membantu mendukung kegunaan sistem imun bawaan dan adaptif. Nutrisi ini berkedudukan dalam pematangan serta kegunaan sel T dan aktivitas sel pembunuh alami. Selenium dapat ditemukan dalam makanan seperti makanan laut, daging, unggas, telur, produk susu, roti, dan biji-bijian.
5. Vitamin E
Vitamin E dikenal sebagai antioksidan nan berkedudukan dalam menjaga kegunaan sistem imun. Nutrisi ini membantu mempertahankan integritas membran sel dan jaringan epitel serta mendukung beragam aktivitas sel imun. Sumber vitamin E antara lain kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, dan sayuran berdaun hijau.
6. Vitamin D
Selain berkedudukan dalam menjaga kesehatan tulang, vitamin D turut membantu mengatur respons sistem imun. Vitamin ini dapat memengaruhi kerja beragam sel kekebalan tubuh, termasuk sel B, sel T, makrofag, dan sel dendritik.
Vitamin ini secara alami hanya terdapat pada beberapa jenis makanan, seperti ikan berlemak dan minyak hati ikan. Dalam jumlah lebih kecil, vitamin D juga terdapat pada hati sapi, keju, dan kuning telur.
7. Vitamin B6
Vitamin B6 merupakan salah satu vitamin nan dibutuhkan untuk mendukung kegunaan sistem imun. Vitamin ini berkedudukan dalam beragam proses tubuh, termasuk produksi limfosit dan interleukin-2 nan berangkaian dengan respons kekebalan tubuh. Sumber vitamin B6 antara lain kacang garbanzo, daging sapi, ikan salmon, tuna, dan tahu.
Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tidak kudu selalu melalui suplemen. Pola makan beragam dan bergizi seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sekaligus mendukung kegunaan sistem imun, terutama ketika tubuh menghadapi musim pancaroba
Sumber: Office of Dietary Supplements, Halodoc,
English (US) ·
Indonesian (ID) ·