7 Poin Pidato Prabowo Depan Putin di Rusia, Sebut MBG hingga Antariksa

Sedang Trending 30 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada aktivitas Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis. Ada beberapa perihal nan ditekankan kepala negara dalam piato itu, seperti penguatan kerja sama, investasi, hingga posisi Indonesia di tengah fragmentasi geopolitik nan terjadi.

Membuka pidatonya, Prabowo bicara upaya untuk membangun hubungan alias jembatan dengan negara-negara personil EAEU (Eurasian Economic Union), nan terdiri dari Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan. Perlu diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Pertama Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China Ding Xuexiang datang dalam sesi tersebut.

"Hari ini saya bakal menjelaskan kepada Anda delegasi nan terhormat pada Eastern Economic Forum, kenapa Indonesia nan terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan nan lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan dengan Eurasian Economic Union," kata Prabowo.

Pada kesempatan itu Prabowo mengungkapkan keingingan peningkatan perdagangan Indonesia dengan personil EAEU, melalui perjanjian bebas antara Indonesia dan EAEU. Selain itu, Prabowo juga bicara mengenai bicara mengenai konsentrasi pembangunan pemerintah nan berorientasi kepentingan rakyat, melalui swasembada pangan, ketahanan energi, hingga percepatan hilirisasi.

Mengenai posisi politik global, menurutnya RI tetap memilih bebas aktif, dan tidak masuk blok militer manapun. Meskipun bakal aktif dalam perihal membangun kerja sama ekonomi dengan semua pihak di tengah fragmentasi geopolitik saat ini.

Berikut poin-poin krusial Pidato Prabowo di EEF Ke-11 di Vladivostok, dirangkum CNBC Indonesia, Jumat (4/9/2026).

1. MBG, Swasembada Pangan, Ketahanan Energi, Hingga Hilirisasi

Pada pidatonya, Prabowo menekankan pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang. Menurutnya keberhasilan pembangunan kudu dilihat dari kesejahterahan keluarga, makan bergizi, nilai pangan, rumah layak, lapangan kerja, hingga akses listrik.

Untuk itu dia menekankan konsentrasi pembangunan pemerintah untuk mengejar swasembada pangan, ketahanan energi, hingga percepatan hilirisasi.

"Pembangunan kudu diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa: apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil panennya dengan nilai nan wajar, apakah family dapat tinggal di rumah nan layak, apakah generasi muda dapat memperoleh pekerjaan nan produktif, dan apakah listrik dapat menjangkau setiap rumah di setiap desa," katanya.

"Inilah argumen Indonesia menyediakan makanan bergizi cuma-cuma bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu mereka nan sedang hamil. Inilah argumen kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi. Inilah argumen kami mempercepat hilirisasi industri agar sumber daya alam kita dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja nan baik di dalam negeri. Inilah argumen kami menginginkan pertumbuhan ekonomi nan lebih cepat," tambahnya.

Menurutnya pertumbuhan nan mau dicapai pemerintahannya, adalah nan bisa mengangkat jutaan rakyat keluar dari kemiskinan dan menuju kehidupan nan bermartabat.

2. Ingin Perdagangan RI-Rusia & EAEU Dilipatgandakan

Prabowo menjabarkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rusia mendekati US$5 miliar, naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Untuk itu dia juga membujuk agar Rusia serta personil EAEU menargetkan peningkatan nilai perdagangan nan berlibat, melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA).

"Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan nan jelas bagi diri kita sendiri. melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA)," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu dia juga meminta negara-negara EAEU segera menyelesaikan prosedur internal masing-masing agar FTA dapat segera bertindak pada awal 2027. Perjanjian itu mencakup 11.882 pos tarif alias lebih dari 90% peralatan nan perdagangkan antar negara.

"Indonesia telah menyelesaikan persetujuan parlemen terhadap FTA ini, dan pada Juli lampau saya telah menandatangani peraturan presiden mengenai ratifikasinya," katanya.

Dia juga menyampaikan secara gamblang bahwa Indonesia menginginkan perjanjian jual beli ini segera berlaku.

"Izinkan saya menyampaikan niat kita secara terus terang. Indonesia mau perjanjian ini segera bertindak dan digunakan segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan," tuturnya.

3. RI Jadi Pintu Masuk ke ASEAN

Prabowo juga menawarkan Indonesia sebagai pintu masuk alami bagi pengusaha Rusia dan Eurasia menuju pasar ASEAN. Menurutnya Indonesia merupakan pasar terbesar di area ASEAN dan menjadi bagian arsitektur perdagangan regional, termasuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

"Indonesia merupakan pintu masuk alami menuju ASEAN," katanya.

Untuk itu dia mengusulkan pembangunan jalur pelayaran langsung antara Vladivostok dan Indonesia. Termasuk pembukaan penerbangan langsung antar dua negara untuk meningkatkan hubungan antarmasyarakat dan pariwisata.

"Saya percaya di forum ini kita dapat membangun pelayaran langsung nan kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia, dengan jadwal, biaya, asuransi, dan muatan dua arah nan dapat diprediksi," katanya.

4. Investasi Eksplorasi Migas Hingga Kerjasama Antariksa

Tak hanya perdagangan, Prabowo juga menawarkan kesempatan investasi dan transfer teknologi di beragam sektor. Di bagian energi, Indonesia menyambut kerja sama Rusia nan dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan migas.

Negara juga mencari pengetahuan dan investasi Rusia dalam pengembangan daya terbarukan, jaringan listrik pintar, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai. Di sektor pangan, Prabowo memandang kesempatan untuk kerja sama dengan Rusia dalam teknologi pertanian, bibit unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, serta produksi pupuk bersama.

Sementara pada sektor industri, Prabowo membujuk perusahaan Rusia membangun industri berbareng di Indonesia, termasuk memproduksi makanan, produk rumah tangga, pakaian, furnitur, obat-obatan dan elektronik konsumen.

"Kami juga menyambut kerja sama Rusia-Indonesia di bagian antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi," katanya.

"Maka saya sampaikan langsung kepada bumi upaya Rusia. Datanglah ke Indonesia, bekerja berbareng kami, berproduksilah berbareng kami," tambahnya.

Selain itu, menurutnya Danantara sebagai soverign wealth fund (SWF) Indonesia bisa bekerja sama sebagai pembiaya proyek nan layak didanai. Terlebih aset kelolaan Danantara sudah mencapai US$1 triliun, nan dapat menjadi penghubung investasi Indonesia dan Rusia.

"Danantara dan SWF Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF) dapat bergerak dari sekadar mengidentifikasi kesempatan menjadi pembiaya proyek-proyek nan layak didanai," katanya.

5. Politik Bebas Aktif

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, Prabowo kembali menegaskan politik luar negeri Indonesia nan bebas dan aktif. Dia mengatakan Indonesia tidak mau berasosiasi dengan aliansi militer mana pun, tetapi terbuka untuk membangun kerja sama ekonomi dengan beragam negara.

"Indonesia tidak mau berasosiasi dengan aliansi militer mana pun, tetapi kami mau berasosiasi dengan aliansi ekonomi," ujar Prabowo.

"Bagi kami, seribu kawan tetap terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," katanya.

Prabowo juga menyoroti kondisi ekonomi dunia nan semakin terfragmentasi. Dia mengatakan perdagangan sekarang acapkali digunakan sebagai senjata, sementara rantai pasok dan sistem finansial bumi semakin terpecah berasas kepentingan geografis.

Menurutnya, dalam situasi tersebut, Indonesia dan Rusia perlu membangun lebih banyak jembatan kerja sama. Baik itu sektor pangan, energi, pengetahuan pengetahuan, logistik, dan perdagangan.

"Kita berjumpa pada masa nan sulit. Saat ini perdagangan acapkali digunakan sebagai senjata," kata Prabowo.

Dia juga menilai ketahanan ekonomi dunia memerlukan lebih dari satu sistem finansial nan dapat berfungsi. Menurutnya, beragam sistem pembayaran kudu dapat beraksi berdampingan untuk memastikan perdagangan internasional tetap berjalan.

6. Raksasa Alumunium Rusia Investasi Besar-Besaran di RI

Dalam sesi dialog, Prabowo mengungkapkan rencana perusahaan alumunium Rusia, Rusel bakal berinvestasi besar-besaran di Indonesia. Perusahaan itu bakal mengembangkan akomodasi pengolahan berbareng dengan golongan upaya di dalam negeri.

"Kami juga membikin kemajuan nan sangat jauh di bagian pengolahan, misalnya di sektor pertambangan. Kami bekerja sama dengan salah satu entitas aluminium terbesar, apalagi saya kira nan terbesar di dunia, ialah Rusal," katanya.

"Rusal bakal masuk secara besar-besaran ke Indonesia dan mengembangkan kilang berbareng dengan kelompok-kelompok upaya Indonesia," tambahnya.

Rusal merupakan perusahaan aluminium besar besar asal Rusia nan dikenal United Company Rusal. Perusahaan ini juga termasuk produsen aluminium terbesar di bumi dengan aktivitas upaya rantai industri aluminium dari pertambangan bauksit hingga peleburan aluminium.

Tak hanya itu, Prabowo juga mengungkapkan terdapat perkembangan kerja sama Indonesia-Rusia di sektor industri pupuk. Dia mengatakan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk Indonesia dengan salah satu golongan upaya terbesar di Rusia untuk melakukan investasi bersama, dalam proyek produksi pupuk terbesar berbasis gas.

Proyek itu bakal dikembangkan di area Timur jauh Rusia.

"Saya kira hari ini juga telah ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk kami dengan salah satu golongan upaya terbesar di Rusia untuk melakukan investasi berbareng dalam sebuah proyek produksi pupuk berbasis gas di Rusia, tepatnya di area Timur Jauh Rusia,"

7. 138 Blok Migas RI Ditawarkan ke Rusia

Prabowo juga mengungkapkan Indonesia telah membuka 138 blok minyak dan gas (Migas) untuk eksplorasi energi. Dia juga mengundang perusahaan Rusia untuk ikut berinvestasi dan mengembangkan blok-blok tersebut.

"Kami baru saja menyampaikan info kepada mitra Rusia bahwa Indonesia saat ini telah membuka 138 blok untuk eksplorasi energi. Kami mengundang golongan upaya dan perusahaan-perusahaan Rusia untuk berperan-serta dengan membawa teknologi mereka di 138 blok tersebut," kata Prabowo.

Dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia mempunyai banyak potensi dalam perihal Liquified Natural Gas (LNG). Dia juga membujuk pengusaha Rusia untuk melakukan pengembangan transfer teknologi.

"Saat ini kami mempunyai banyak LNG, sehingga di beberapa bagian kami sebenarnya tidak secara langsung memerlukan gas Rusia. Namun, kami sangat terbuka terhadap teknologi Rusia dan pengembangan proyek bersama," tuturnya.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News