Petugas PPSU Gondangdia dan petugas campuran menangkap 6 karung ikan sapu-sapu di depan mal di area Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
Petugas PPSU Gondangdia, Rizal, mengatakan aktivitas tersebut memang telah direncanakan sebelumnya sebagai upaya mengatasi populasi ikan sapu-sapu nan sedang bertelur.
“Kegiatan ini memang sudah direncanakan sebelumnya, untuk penanggulangan ikan sapu-sapu nan bertelur,” kata Rizal saat ditemui kumparan di lokasi, Jumat (10/4) siang.
Ia menjelaskan, aktivitas penangkapan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB.
Dalam prosesnya, petugas menghadapi hambatan lantaran ikan-ikan tersebut berlindung di lubang-lubang di pinggir aliran air.
“Agak susah, lantaran ikan-ikannya pada masuk ke lubang-lubang,” ujarnya.
Meski demikian, petugas tetap menyisir area sekitar dan menangkap ikan-ikan nan berada di pinggiran.
Hasilnya, sebanyak 6 karung penuh ikan sapu-sapu sukses dikumpulkan.
Rizal menyebut, ikan nan tertangkap mempunyai ukuran cukup besar, apalagi diperkirakan mencapai berat sekitar 10 kilogram.
Dalam aktivitas tersebut, sekitar 20 personel dikerahkan, terdiri dari PPSU, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Kebersihan.
Meski telah dilakukan penangkapan, Rizal mengakui tetap ada ikan sapu-sapu nan tersisa dan belum bisa diangkat seluruhnya.
“Masih ada nan menyisakan, nggak mungkin semuanya bisa keangkat. Mungkin ke depan bisa dijadikan aktivitas rutin,” ucapnya.
Adapun ikan sapu-sapu nan telah ditangkap, dimatikan terlebih dulu sebelum kemudian dikubur di area Kebon Melati, Tanah Abang.
“Ikannya dimatikan dulu, lampau dikubur,” tutur Rizal.
Sebelumnya, ikan sapu-sapu di area mal di Bundaran HI, Jakarta Pusat, memang menjadi sorotan.
Di tengah area modern dan elite, aliran sungai nan dipenuhi ikan sapu-sapu menjadi perbedaan nan sangat kontras.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan peningkatan populasi ikan sapu-sapu tidak lepas dari karakter biologis ikan tersebut serta kondisi perairan Jakarta.
“Beberapa aspek utama nan menyebabkan populasi ikan sapu-sapu tetap meningkat antara lain keahlian reproduksi nan tinggi. Ikan sapu-sapu dapat memijah beberapa kali dalam setahun dengan jumlah telur nan cukup banyak, ialah antara 604-1227 butir per perseorangan betina,” ujar Hasudungan saat dikonfirmasi pada Selasa (31/3).
Selain itu, Hasudungan mengatakan kondisi perairan nan tercemar justru mendukung keberlangsungan hidup ikan sapu-sapu.
“Ketersediaan sumber makan nan melimpah, ikan sapu-sapu dapat hidup dengan menyantap beragam jenis makanan termasuk alga, limbah organik, dan sisa makanan lainnya nan banyak terdapat di perairan Jakarta nan tercemar,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti minimnya jumlah predator alami di perairan Jakarta.
“Kurangnya predator alami, di perairan Jakarta, ikan sapu-sapu tidak mempunyai banyak predator alami nan dapat mengendalikan populasinya,” katanya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·