6,7 Juta Penduduk Indonesia Terinfeksi Hepatitis B, Kenali Gejala dan Cara Cegahnya

Sedang Trending 30 menit yang lalu
6,7 Juta Penduduk Indonesia Terinfeksi Hepatitis B, Kenali Gejala dan Cara Cegahnya Ilustrasi(Dok Magnific)

HEPATITIS merupakan penyakit nan menyerang organ hati akibat jangkitan virus. Kondisi ini juga dapat berangkaian dengan pola hidup nan tidak baik. Dikutip dari Kementerian Kesehatan, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat sekitar 6,7 juta masyarakat Indonesia terinfeksi hepatitis B, sementara 2,5 juta lainnya terinfeksi hepatitis C. 

Gejala Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus tersebut dapat menular melalui kontak dengan darah alias cairan tubuh nan terinfeksi, termasuk air mani dan cairan vagina. 

Penularan juga dapat terjadi dari ibu kepada bayi saat persalinan, melalui hubungan seksual, alias penggunaan jarum dan peralatan nan tidak steril.

Infeksi hepatitis B tidak selalu menimbulkan gejala. Dikutip dari WHO, sebagian besar orang nan baru terinfeksi tidak mengalami tanda khusus. Namun, ketika indikasi muncul, penderita dapat mengalami kelelahan, mual, muntah, nyeri perut, urine berwarna gelap, serta kulit dan bagian putih mata menguning alias penyakit kuning.

Akut alias Kronis

Hepatitis B dapat berkembang menjadi jangkitan akut maupun kronis. Infeksi akut berjalan dalam jangka pendek dan sebagian penderita dapat pulih. 

Sementara itu, jangkitan kronis dapat berjalan dalam waktu lama dan meningkatkan akibat kerusakan hati.

Jika berkembang menjadi penyakit hati kronis, hepatitis B dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Pada kondisi nan parah, hepatitis akut juga dapat menyebabkan kandas hati dan berujung pada kematian.

Vaksinasi Jadi Pencegahan Utama

Hepatitis B dapat dicegah melalui vaksinasi., bayi dianjurkan mendapat dosis pertama vaksin hepatitis B sesegera mungkin setelah lahir, dalam waktu 24 jam, kemudian dilanjutkan dengan dua alias tiga dosis berikutnya dengan jarak minimal empat minggu.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari penggunaan jarum secara bersama-sama, memastikan peralatan tato dan tindik steril, serta menerapkan hubungan seksual nan aman. 

Pada ibu nan terinfeksi, langkah pencegahan selama kehamilan dan vaksinasi segera setelah bayi lahir juga krusial untuk mengurangi akibat penularan dari ibu ke anak. (Chatrine Simanjuntak/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia