50 Tahun Dirgantara Indonesia Ajak Generasi Penerus Mengangkasa

Sedang Trending 1 hari yang lalu
50 Tahun Dirgantara Indonesia Ajak Generasi Penerus Mengangkasa Kegiatan kunjungan pabrik Reporter Cilik Media Indonesia ke PT Dirgantara Indonesia, Bandung, pada Senin (24/8).(MI/Permana)

Suasana Senin pagi di PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Bandung, tampak berbeda. Sebanyak 50 siswa sekolah dasar terbaik dan terpilih dari beragam sekolah datang bukan hanya untuk berkunjung. Dengan penuh rasa mau tahu, kami datang sebagai Reporter Cilik (Repcil) Media Indonesia di Auditorium B. J. Habibie, PT DI, Bandung, pada Senin (24/8).

Kegiatan factory visit nan diinisiasi Media Indonesia kali ini dilaksanakan dalam rangka HUT ke-50 PT DI. Dalam agenda ini, para Reporter Cilik diajak mengenal lebih dekat bumi penerbangan dan proses industri dirgantara Indonesia.

Langkah-langkah mini terasa semakin sigap saat memasuki hanggar pesawat. Deretan pesawat nan biasanya hanya mereka lihat dari kejauhan sekarang berdiri tepat di hadapan mereka. Senyum dan rasa kagum tampak di wajah para Reporter Cilik nan antusias menyaksikan langsung teknologi hasil karya anak bangsa.

PT DI dipilih sebagai letak aktivitas lantaran perusahaan BUMN tersebut merupakan salah satu kebanggaan Indonesia di bagian industri dirgantara. Di usia emasnya, PT DI mengusung tema “Golden Legacy, Global Horizon”. Perusahaan nan juga merupakan satu-satunya industri pesawat terbang di Asia Tenggara ini telah mengangkasa di panggung bumi dengan beragam hasil produksi nan luar biasa, menghadirkan beragam jenis pesawat terbang dan helikopter.

Dalam kunjungan tersebut, para Reporter Cilik diajak mengelilingi hanggar untuk memandang beberapa pesawat. Di antara pesawat nan diperkenalkan terdapat CN235, NC212i, serta N219, pesawat nan menjadi salah satu kebanggaan PT DI.

Pesawat N219 menarik perhatian para peserta. Menurut Bapak Dena Hendriana selaku Direktur Produksi PT DI, pesawat tersebut merupakan hasil karya anak bangsa nan dirancang untuk dapat beraksi di beragam kondisi.

“Pesawat N219 menjadi kebanggaan kami lantaran pesawat tersebut 100% karya anak bangsa. Pesawat N219 kami kreasi bisa lepas landas di tempat nan tidak beraspal dan pesawat ini berkarakter amphibious, bisa melangkah di atas air lampau kembali lagi ke daratan,” jelas Bapak Dena kepada para Repcil Media Indonesia.

Kegiatan tersebut semakin menarik ketika 50 Reporter Cilik mendapat kesempatan berjumpa dengan para teknisi ahli PT DI. Para teknisi menjadi narasumber bagi Reporter Cilik nan mau mengetahui pekerjaan dan keahlian nan dibutuhkan dalam industri penerbangan.

Salah satunya adalah seorang inspektor berjulukan Intanto Oktavian. Bapak Intanto menjelaskan bahwa seorang inspektor kudu mempunyai ketelitian dan pemahaman nan baik terhadap beragam aspek pekerjaan.

“Sebagai inspektor kudu mengetahui drawing, kudu tahu izin penerbangan, dan langkah menggunakan alat-alatnya,” ujar Bapak Intanto.

Melalui aktivitas ini, para siswa tidak hanya memandang pesawat dari dekat. Mereka juga belajar bahwa di kembali sebuah pesawat nan bisa terbang di langit terdapat kerja keras, pengetahuan, teknologi, dan semangat untuk terus berkarya.

Ketika aktivitas berhujung pada sore hari, para Reporter Cilik meninggalkan hanggar dengan membawa pengalaman nan mungkin tidak bakal mereka dapatkan di ruang kelas. Ada nan semakin tertarik pada bumi penerbangan, ada pula nan mungkin mulai membayangkan dirinya menjadi pilot, teknisi, alias insinyur pesawat.

Ditambahkan Iis Zatnika, Asisten Kepala Divisi Publishing Media Indonesia, program Reporter Cilik Media Indonesia merupakan corak komitmen untuk meregenerasi para jurnalis. Diharapkan, dengan latihan menulis, minat para Reporter Cilik tumbuh dari rasa mau tahu mereka. Mereka jadi mengerti hal-hal nan perlu dikritisi serta menjadi pembelajaran untuk mereka di masa depan.

Kegiatan factory visit PT DI ini menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan rasa mau tahu sekaligus memotivasi generasi penerus bangsa agar berani mengenal dan mengejar mimpi di bumi penerbangan. (X-6)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia