5 Pilar Penting untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Brand Ambassador Le Minerale Zaskia Sungkar mengisi sesi Talk Show Le Minerale "Orang Tua Cerma, Anak Sehat: Bersam Membangun pada kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 di Ex Taman Anggrek, GBK, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kebiasaan makan anak rupanya sudah mulai terbentuk sejak tetap berada di dalam kandungan. Namun, selain memastikan asupan makanan nan bergizi, orang tua juga perlu memerhatikan beragam kebutuhan lain untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dokter ahli anak, dr. Ria Yoanita, Sp.A mengungkapkan, setidaknya ada lima pilar nan perlu diperhatikan orang tua, ialah nutrisi nan adekuat, kualitas tidur, imunisasi lengkap, stimulasi dari lingkungan nan sehat, serta hidrasi nan cukup.

Hidrasi Sering Terlupakan dalam Tumbuh Kembang Anak

Ilustrasi Klinik Tumbuh Kembang Anak. Foto: Shutter Stock

Dari lima pilar tersebut, kebutuhan cairan anak tetap sering luput dari perhatian orang tua. Padahal, anak mempunyai aktivitas nan tinggi dan belum selalu bisa mengenali alias menyampaikan rasa haus nan dirasakannya.

“Contohnya nutrisi nan adekuat, kemudian pemenuhan kualitas tidur, pemberian imunisasi nan lengkap, stimulasi lingkungan nan sehat, nan terakhir nan sering dilupakan adalah hidrasi nan cukup,” ujar dr. Ria di kumparanMOM Festival Hari Anak, Sabtu (25/7).

Menurutnya, rasa haus pada anak condong tidak terlalu kuat. Akibatnya, anak bisa tetap aktif bermain dan beraktivitas tanpa menyadari bahwa tubuhnya memerlukan cairan.

“Pada anak itu rasa hausnya agak sedikit kurang. Aktivitas tinggi, tapi enggak mudah bilang haus,” katanya.

Dehidrasi Ringan Bisa Ganggu Konsentrasi Anak

Kurangnya asupan cairan dapat membikin anak mengalami dehidrasi ringan. Kondisi tersebut terjadi ketika kadar cairan dalam tubuh berkurang sekitar 1-2 persen.

Meski tergolong ringan, kondisi ini tetap dapat memengaruhi aktivitas anak sehari-hari, termasuk konsentrasi dan daya ingat.

“Jadi bisa jatuh dalam kondisi nan namanya dehidrasi ringan, ialah penurunan kadar cairan 1-2 persen di dalam badan. Nah, jika sudah begitu, itu bisa memengaruhi memori si anak, jadi mengantuk, enggak konsen,” jelas dr. Ria.

Oleh lantaran itu, orang tua perlu membiasakan anak minum secara rutin dan tidak hanya menunggu sampai mereka mengeluhkan rasa haus.

Pilih Wadah Makan dan Botol nan Aman

Selain memastikan anak mendapatkan cukup cairan, orang tua juga perlu memperhatikan wadah nan digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman anak.

dr. Ria mengingatkan pentingnya memilih wadah makan dan botol minum nan bebas BPA (bisphenol A). Sebab, BPA merupakan bahan kimia nan dapat mengganggu sistem hormon.

“Menurut studi, memang BPA ini bisa merusak, mengganggu hormon kita. Jadi bisa kanker. Kalau pada wanita bisa menimbulkan pubertas awal alias pubertas prekoks. Ada ilmiah, ada studi juga nan bilang katanya bisa berefek ke gangguan perilaku,” tuturnya.

Dengan demikian, mendukung tumbuh kembang anak tidak hanya dilakukan dengan memperhatikan makanan nan dikonsumsi.

Orang tua juga perlu memastikan lima pilar tumbuh kembang terpenuhi, mulai dari nutrisi, tidur, imunisasi, stimulasi lingkungan, hingga kebutuhan hidrasi nan cukup, ya, Moms.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan