
Pemain Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Shella Bernadetha. (Foto: Instagram/shellabernadethaa)
SOLO – Atmosfer voli di Tanah Air tengah mencapai puncaknya. Memasuki hari pertama seri kedua Final Four Proliga 2026 nan digelar di GOR Sritex Arena, Solo, Kamis (9/4/2026), persaingan bukan hanya soal adu strategi dan kekuatan fisik. Di kembali ketatnya perebutan poin menuju partai puncak di Yogyakarta, kehadiran para atlet putri bertalenta dengan paras menawan menjadi daya tarik nan tak terpisahkan bagi para penggemar.
Seri Solo kali ini menjadi babak penentuan juara putaran pertama Final Four. Di sektor putri, duel antara Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia melawan juara memperkuat Jakarta Pertamina Enduro bakal menjadi panggung bagi para bintang voli nasional. Tidak hanya soal prestasi, pesona para pemain ini sering kali membikin tribun penonton kian bergemuruh.
Berikut 5 Pevoli Indonesia nan Cantiknya Kebangetan Eksis di Final Four Proliga 2026:
1. Shella Bernadetha (Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia)
Shella Bernadetha foto ig @shellabernadethaa
Menempati urutan pertama sebagai jagoan dari Gresik Phonska, Shella Bernadetha adalah ikon kecantikan voli Indonesia nan tak tergantikan.
Middle blocker nan juga dikenal sebagai mantan kekasih pesepak bola Bagus Kahfi ini mempunyai segudang pengalaman berbareng tim elit seperti BJB Tandamata. Di Final Four 2026, dia menjadi tumpuan tim untuk menjaga tren positif seperti nan mereka tunjukkan saat seri Surabaya.
2. Khalisa Azilia Rahma (Jakarta Electric PLN)
KHalisa Azilia Rahma
Setter berumur 26 tahun ini merupakan pemain Jakarta Electric PLN setelah sempat memperkuat Bandung BJB Tandamata. Kembalinya Khalisa disambut antusias oleh para fans nan merindukan visi bermainnya nan pandai dalam mengatur serangan.
Paras cantiknya di lapangan selalu berpadu apik dengan ketenangan saat memberikan umpan-umpan manja bagi para spiker.
3. Sania Clarissa Putri (Jakarta Popsivo Polwan)
Sania Clarissa Putri
Dikenal sebagai libero dengan paras gemoy dan cantik, Sania adalah sosok nan tak kenal takut. Pemain kelahiran Cimahi tahun 2004 ini merupakan nyawa pertahanan Jakarta Popsivo Polwan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·