
Sarwendah menjelaskan lima perihal mengenai konfliknya dengan sang mantan suami, Ruben Onsu. (Foto: Instagram/@sarwendah29)
JAKARTA - Sarwendah Tan akhirnya buka bunyi mengenai konfliknya dengan sang mantan suami, Ruben Onsu. Lewat kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, ibu dua anak tersebut menjelaskan beberapa perihal nan sempat menjadi keberatan Ruben.
Dari persoalan susah berjumpa anak, keberatan Ruben soal anak dilibatkan dalam Live streaming jualan, hingga sindiran sang presenter mengenai rumah nan digunakan kekasih Sarwendah untuk syuting.
1.Sulit Bertemu Anak
Chris Sam Siwu tegas membantah dugaan pihak Ruben Onsu nan menyebut Sarwendah mempersulit sang presenter berjumpa anak-anaknya. Chris menyebut, komunikasi terakhir kliennya dengan Ruben soal anak terjadi pada akhir tahun 2025.
Sejak itu, Ruben nyaris tak pernah menghubungi Sarwendah untuk merencanakan pertemuan dengan anak-anaknya. Sedangkan komunikasi terakhir Ruben dengan kedua putrinya terjadi pada April 2026.
“Sarwendah baru bisa dibilang mempersulit jika dia dengan sengaja menutup akses RO berjumpa anak-anaknya selaku ayah kandung. Faktanya, sejauh ini tak pernah ada permintaan pertemuan dari Ruben nan ditolak pengguna kami,” ujarnya.
2.Eksploitasi Anak
Chris Sam Siwu juga turut menanggapi dugaan pemanfaatan anak nan dilakukan Sarwendah lantaran membiarkan anak-anaknya tampil di depan kamera saat dia Live berbareng sang kekasih, Giorgio Antonio.
Dia menegaskan, keberadaan Thalia dan Thania saat Live berbareng Sarwendah dan Giorgio bukan bagian dari strategi konten. Sarwendah tidak pernah menggunakan anak untuk mendongkrak popularitasnya.
“Jangan dipelintir seakan-akan anak itu dijadikan senjata untuk meningkatkan rating. Tidak! Menurut Sarwendah, anak-anak itu melampaui manajernya, melampaui siapa pun. Jadi tidak ada nan bisa melarang mereka di rumah itu.”
3.Rugi Rp20 Miliar
Chris Sam Siwu juga membantah rumor nan mengatakan, Sarwendah rugi hingga Rp20 miliar akibat vakum berdagang online imbas respons negatif warganet terhadap video permintaan maafnya.
“Saya pikir, soal kerugian sebesar Rp20 miliar itu hoaks ya. Pastilah ada kerugian. Biasanya jualan setiap hari, sekarang tidak. Tapi sekalipun ada kerugian, pengguna kami menegaskan tidak sebesar nan diberitakan,” tuturnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·